Menyoal Musda HIMNI Jabar, Ini Catatan Kritis Konstruktif  Ketua Umum HIMANIRA Yosafati Hulu    

0
184
Ketua Umum HIMANIRA Yosafati Hulu. Foto FB Yosafati Hulu.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Utara (HIMANIRA) Yosafati Hulu yang terkenal dengan daya kritisnya, tetapi konstruktif. Artinya menawarkan dan memberi solusi dialogis diskusi gagasan dan harapnnya. Mencoba memotret, menggambarkan, dan mencoret riak-riak menjelang beberapa jam Musda HIMNI dihelat, Sabtu (20/11/2021). Hal tersebut dilakukan melalui goresan analisis ketajamannya. Yang kepeduliannya dituangkan, jelasnya ketika dihubungi nawacitapost.com, Jumat (19/11/2021) malam.

Baca Juga : Ketua Umum DPP Marinus Gea Akan Buka Resmi MUSDA-3 HIMNI Jawa Barat

Dinamika yang terjadi pada Musda III HIMNI Jawa Barat kali ini tentu tidak terlepas dari beberapa faktor, antara lain:
Pertama Faktor Organisasi HIMNI yang semakin “matang” dan modern sehingga bisa menerima perbedaan dan “persaingan” secara terbuka
Kedua Faktor Propinsi Jawa Barat baik secara geografi, politik, sosial, budaya, dan juga masyarakat Nias yang berdomisili di daerah ini
Ketiga Faktor gagasan Ketum HIMNI tempo hari “untuk mempersiapkan kader-kader terbaiknya sebagai kepala daerah di Kepulauan Nias.”

Baca Juga : Jelang H-2 Musda HIMNI Jabar, Kedua Calon Ketua Saling Klaim Dukungan 

Namun, bila hanya semata-mata faktor-faktor di atas yang menjadi pendorong menjadi Ketua DPD HIMNI Jawa Barat maka kemungkinan nantinya bisa menjadi bumerang bagi kandidat dan juga organisasi. Misalnya, bila yang diinginkan kandidat yang terpilih tidak tercapai nantinya maka tentu akan menimbulkan kekecewaan bagi yang bersangkutan. Juga, berdampak bagi organisasi karena hanya digunakan sebagai batu loncatan saja tanpa memikirkan kepentingan organisasi secara maksimal.

Barangkali kandidat harus memikirkan faktor lain untuk memperkuat alasannya. Misalnya bahwa menjadi Ketua DPD Jawa Barat adalah sebagai ajang belajar, menguji, dan menganalisis tingkat, gaya, dan efektifitas kepemimpinannya. Atau, untuk mengejawantahkan sikap sosial atau sikap kepedulian kepada orang banyak (organisasi) karena hidup ini bukan hanya berguna untuk diri sendiri dan keluarga.

Tentu saya yakin bahwa Petahana Pak Yusman Ziliwu dan Pak Yanuar Sabar telah memikirkan lebih dalam dan lebih jauh hal ini sehingga siap melanjutkan atau menerima tongkat estafet kepemimpinan HIMNI di Jawa Barat.

Semua dinamika ini tentu akan berakhir manis dan menghasilkan hal yang sangat positif, berguna, dan berdampak bila yang terpilih nantinya adalah kandidat yang telah memiliki rekam jejak yang relatif baik dan memiliki program kerja sesuai dan sejalan dengan program kerja HIMNI Pusat pada periode ini, tanpa adanya campur tangan pihak-pihak luar.

Walaupun disayangkan juga, sampai saat ini, program kerja atau diferensiasi apa yang mereka usung, bila terpilih menjadi Ketua DPD HIMNI Jawa Barat, belum mengemuka. Paling tidak, belum disosialisasikan secara masif. Padahal sosialisasi keunggulan program secara masif dan berulang-ulang adalah modal penting untuk memenangkan “pertarungan head to head”, di samping modal rekam jejak kandidat yang baik, tentunya.

Akhir kata, selamat kepada HIMNI, Kepada DPD HIMNI Jawa Barat, Panitia Pelaksana, dan Kedua Kandidat, semoga Musda HIMNI JABAR bisa berjalan dengan baik sesuai yang telah direncanakan.