Surabaya NAWACITAPOST – Wakil ketua komisi D, Ajeng Wira Wati, memimpin rapat dengar pendapat (RDP)Terkait perselisihan ketenagakerjaan antara para pekerja PT Hutomo Raharjo Prasojo dengan pihak perusahaan, Rabu 17 November 2021.

Rapat mediasi yang dimulai tepat pukul 12.00, tidak berjalan sesuai harapan. Karena hingga rapat ditutup, perwakilan PT Hutomo yang berlokasi di jalan Raden Saleh no. 15 Surabaya, tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Selain para pekerja, hadir pula untuk memberikan penjelasan, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja kota Surabaya.

” Upaya harmonisasi hari ini tidak bisa berjalan sesuai harapan karena perwakilan PT Hutomo tidak hadir, ” Ungkap Ajeng saat ditemui Nawacitapost.com, usai menutup rapatnya.

Politisi partai Gerindra ini menjelaskan, permasalahan antara pekerja dengan perusahaan sebenarnya telah melalui proses di disnaker provinsi dan memperoleh hasil nota pemeriksaan pertama Per 16 November kemarin, tetapi Pihak serikat pekerja belum mengetahui sehingga akan diminta kejelasannya.

Terkait ketidak hadiran perwakilan PT Hutomo, Ajeng mengaku belum mendapat klarifikasi. ” Kami belum menerima klarifikasi kenapa tidak hadir, ” Ujarnya.

Agar segera ada penyelesaian, dalam rapat telah menyepakati untuk mengundang kembali semua pihak terkait, sehingga nantinya mediasi bisa berjalan baik dan harmonis

Dari 11 pekerja, kata Ajeng, 2 orang diantaranya telah memperoleh kesepakatan dan semuanya ingin dipekerjakan kembali.

” Maka dari itu kami meminta untuk disnaker kota memediasikan, sambil mengawasi terlaksananya hasil nota pemeriksaan disnaker provinsi, ” Terangnya.

Lebih lanjut Ajeng menjelaskan bahwa, Raperda insiatif Tenaga Kerja, telah melalui finalisasi senin lalu (15/11) di Bapemperda, salah satunya membahas jaminan sosial, keselamatan pekerja, ruang untuk tenaga lokal dan disabilitas.

” Kami berharap, semua pihak dapat melaksanakan aturan dengan benar sehingga sengketa seperti ini tidak terjadi kembali lagi, ” Tandas Ajeng Wira Wati. (BNW)

Baca juga :  Siswa MBR Terlanjur Beli Seragam, Komisi D DPRD Surabaya Minta Pemkot Mengembalikan