Kiri ke kanan : Ketua DPD HIMNI Jabar (Yusman Ziliwu) dan Bendara (Januar Sapta Zebua). Foto Ist.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Musyawarah Daerah Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Musda HIMNI) Jawa Barat (Jabar) yang ke-3, jika tidak ada halangan. Bakal dihelat Sabtu 20 Nopember di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung. Dua calon sudah siap berlaga menjadi orang nomor satu HIMNI Jabar. Petahana (Yusman Ziliwu) akan ditantang Bendahara (Januar Sabar Zebua).

Baca Juga : Musda HIMNI Jabar ke-3, Petahana Yusman Ziliwu Ditantang Januar Sabar Zebua  

Lobi dan pergerakan kedua calon sudah dilakukan. Tim sukses pun sudah dibentuk. Pelaksanaan Musda kali ini semakin panas karena Ketua DPD petahana sudah berani menyatakan tujuan akhir pasca musda ini adalah mempersiapkan diri turut berkompetisi menjadi pemimpin Kotamadya Gunungsitoli 2024.

Hal yang sama juga berlaku bagi Yanuar Sabar Zebua yang layak memimpin di daerah asalnya, kota Gunungsitoli

Kedua calon sadar bahwa penentu untuk memenangkan pertarungan jadi ketua DPD HIMNI Jabar Barat, sesuai AD ART yakni DPP, DPD dan DPC dari setiap kota dan kabupaten se Jabar. Tanpa mengabaikan para tokoh  dan ormas lain maupun paguyuban komunitas Nias.

Terkait suara DPP. Dipastikan netral. Artinya menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos kertas kosong atau memilih keduanya. Itu sama saja dengan tidak memilih, jelas salah satu satu Ketua DPP HIMNI ketika dihubungi nawacitapost.com, Selasa (16/11/2021).

Terkait lainnya. Dalam hal keinginan mereka berkiprah dipolitik secara tegas tidak dilarang oleh organisasi HIMNI, karena hal itu hak setiap individu atau pengurus. Namun yang dilarang adalah tidak boleh politisasi HIMNI sebagai aliansi parpol atau klaim mendukung seseorang dalam pilkada di Kepni. Ini tidak lepas dari HIMNI sebagai rumah besar seluruh Ono Niha dimanapun berada

Baca juga :  Buka Konferensi Kerja IV IGTKI-PGRI, Wagub Emil Beri Motivasi Guru PAUD dan TK Untuk Tetap Berkarya Saat Pandemi