Tanjungpinang, NAWACITAPOSTStop Kapal Pukat Troll di Kepri, Koalisi Masyarakat Peduli Nelayan Tradisional Kepri mengadakan audiensi bersama Dinas kelautan dan perikanan provinsi kepulauan Riau. Kamis (28/10/2021).

 

Simak berita lainnya di Tiktok NAWACITA

Dalam aturan pemerintah dalam Permen KP No.18 tahun 2021 mengatur tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas serta Penataan Andon Penangkapan Ikan. Di dalam aturan di tegaskan pukat trol tidak di perbolehkan beroperasi. Akan tetapi pada kenyataannya yang terjadi di lapangan masih maraknya pelanggaran tersebut

berdasarkan informasi dilapangan banyak kapal pukat trol yang masih bebas berkeliaran diperairan Kepri dan diduga ada oknum berwenang yang bermain.

NAWACITA TV: TUJUH TOKOH NASIONAL TERKENAL KEBANGGAAN HUMBANG HASUNDUTAN SUMATERA UTARA

YouTube player

“Sudah kita sampaikan secara tegas kepada kepala dinas perikanan agar segera menutup kegiatan ILLEGAL FISHING tersebut serta membuat operasi besar – besaran”.Ucap Aman Simatupang.

Namun tanggapan dari kadis, meminta agar di surati Gubernur Kepri, supaya mengetahui permasalahan serta permintaan penutupan kapal illegal fishing tersebut.

Sementara Menurut Firmansyah, mengatakan butuh keseriusan dari pemerintah menindak tegas dan menutup kegiatan kapal pukat troll ini, serta meminta pemerintah daerah membentuk tim satgas dan menindak tegas para pengusaha yang terlibat.

Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Ditempat yang sama Rimbun purba juga menyampaikan bahwa aspirasi para nelayan tersebut sudah sampai ke dinas perikanan dan kelautan, langsung kepada (Kadis) Tengku Said Arif Fadillah ini hari.

“jelas semua disana poinnya, jika permasalahan ini juga tidak mendapatkan perhatian dan tindakan tegas kita akan bawa sampai ke kementerian” jelasnya pada media.

Baca juga :  Komitmen Wujudkan Zero Halinar, Petugas Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Grebek Blok Hunian

(Yosdarson Daeli)