Sumbar, NAWACITAPOSTBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat siap bersinergi dengan Bappeda Kabupaten/Kota dalam program unggulan menciptakan 100 ribu millenial entrepreneur dan woman entrepreneur serta pelaku ekonomi kreatif. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi kepala Bappeda Kabupaten se-Sumbar yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, Rabu, (27/10/2021) siang. Digelar di Bukittinggi secara daring, Kepala Bappeda Sumatera Barat, Medi Iswandi mengatakan tujuan rakor tersebut untuk mensinergikan program unggulan provinsi Sumatera Barat yang tertuang di dalam Perda RPJMD Provinsi Sumatera Barat dengan RPJMD Kabupaten/Kota.

“Sejak ditetapkannya Perda RPJMD Provinsi Sumatera Barat menjadi Perda Nomor 6 Tahun 2021 Tanggal 29 September 2021 yang lalu, dan pada waktu yang hampir bersamaan juga ditetapkan RPJMD Kabupaten/Kota se Sumatera Barat, perlu dilakukan sinkronisasi terhadap target capaian  RPJMD Provinsi dengan Kabupaten/Kota terutama pada program unggulan menyangkut Millenial Entrepeneur dan Woman Entrepreneur,” ungkapnya.

Kata dia mengingat kondisi pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat cukup terpukul menjadi dari 5,08 tahun 2019 menjadi -1,60 %, tahun 2020. Kemudian, PDRB per kapita ADHB mengalami kemuduran 45,29 tahun 2019 menjadi 44,03 pada tahun 2020.

Cek Berita viral di TikTok NAWACITA, klik Disini

Selanjutnya, tingkat kemiskinan meningkat dari 6,4 tahun 2019 menjadi 6,56 tahun 2020. Lalu, persentase pengangguran meningkat dari 5,33 tahun 2019 menjadi 6,88 tahun 2020. Untuk Kabupaten/Kota se Sumatera Barat secara umum juga minus pertumbuhan ekonominya, sehingga membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus bersinergi bersama-sama untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Bappeda Provinsi Sumatera Barat Siap Bersinergi dengan Bappeda Kabupaten/Kota. Sesuai dengan Visi dan Misi Gubernur Sumatera Barat Tahun 2021-2026 dalam salah satu program unggulannya adalah mencetak 100 Ribu Millenial Entrepreneur dan Woman Entrepreneur serta Pelaku Ekonomi Kreatif,” ujarnya.

Baca juga :  DPRD Nisel Gelar Sidang Paripurna Ranperda APBD TA. 2020

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Menurutnya tahun 2022 menjadi tantangan bagi daerah untuk bangkit bersama-sama untuk pemantapan pemulihan dari Covid-19. Tantangannya, kata dia, tidak hanya pada pemulihan ekonomi namun juga transformasi ekonomi dalam jangka menengah dan dalam jangka panjang.

Sesuai dengan definisi operasional program unggulan 100 ribu millennial yaitu memfasilitasi tumbuhnya 100 ribu millennial entrepreneur dan woman entrepreneur yang direncanakan akan dilaksanakan dalam 5 tahun dengan proporsi 20 ribu setiap tahunnya dari tahun 2022 s/d 2026. Dimana, 100 ribu millennial tersebut tersebar pada beberapa sektor, baik dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif dan sektor potensial lainnya.

Terkait dengan entrepreneur yakni, menerima pendidikan kewirausahaan dan atau sudah memulai usaha, dan bekerjasama dengan akselerator. Dalam acara Rakor tersebut, juga disepakati dari jumlah dan validasi target yang akan dilaksanakan oleh masing-masing kabupaten/kota. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan sinkronisasi dan keselarasan antara pembangunan di provinsi dengan kabupaten/kota. Sehingga dapat secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

YouTube player