Surabaya NAWACITAPOST – Dengan sabar, Anggota DPRD Surabaya Komisi D, Hari Santoso melayani setiap keluhan dan aspirasi warga Bendul Merisi Jaya Selatan 6F/B Kelurahan Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo dalam agenda resesnya, Kamis 21 Oktober 2021.

Dalam Kesempatan itu, sebagai pembuka Hari Santosa memaparkan terkait kinerjanya sesuai bidang Komisi D yakni Kesejahteraan Rakyat yang meliputi masalah sosial, pendidikan, kesehatan, dan ketenaga kerjaan.

Di reses sidang ke-III persidangan I tahun 2021, Politisi partai NasDem ini juga sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi terkait program-program yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah kota.

Tanpa janji yang muluk-muluk, Beberapa pertanyaan maupun permintaan dijawab dengan lugas dan tegas, seperti yang disampaikan oleh Andi Susanto salah satu warga Bendul.

Andi mengajukan pertanyaan tentang sosialisasi vaksinasi Pemerintah yang belum menjangkau ke semua warga. Mewakili warga, Ia juga meminta Hari Santoso untuk memperjuangkan lapangan olahraga untuk warga.

Adapula anggota Jamaah Miftahul Khoirot yang meminta bantuan seragam pengajian dan donasi wisata.

Berikutnya juga meminta bantuan memfasilitasi pengajuan program bedah rumah dari pemerintah kota yang belum jelas kapan realisasinya.

Menjawab semua pertanyaan dan usulan warga, kepada Nawacitapost.com , Hari Santoso mengaku siap untuk memfasilitasi usulan warga sesuai perannya. “Sebagai wakil rakyat tentu kami harus memperjuangkannya,” tegasnya.

Tetapi, Hari meminta warga untuk bersabar menunggu. Sebab, selain tahun ini Surabaya didera Pandemi, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui agar aspirasi-aspirasi yang disampaikan warga bisa masuk ke slot anggaran APBD.

“Contohnya tadi ada warga yang meminta bantuan seragam jamaah pengajian. Insyaalah bisa kami penuhi, tapi tidak bisa tahun ini, karena harus kami perjuangkan lebih dulu. Saya tidak mau disebut Pemberi Harapan Palsu (PHP),” ujarnya.

Baca juga :  Komisi D DPRD Surabaya Dukung Wali Kota Laksanakan RPJMD 'Bukan Sekadar Janji Manis'

“Begitu juga dengan usulan pengadaan fasilitas olahraga untuk warga,” tambahnya.

Terkait dengan sarana olaharaga. Hari mengaku tidak bisa memastikannya. Sebab, terealisasi atau tidaknya usulan itu tergantung pada ketersediaan lahan.

“Kalau sarana olahraga tergantung apakah warga punya aset. Kalau tidak punya, kami mohon maaf. Yang bisa bantu, bantuan sekedarnya. Misalnya meja pimpong agar warga tetap bisa olahraga,” tambahnya.

Untuk sosialisasi vaksin, tentu bisa langsung ditindaklanjuti. Sebab program ini sudah dan sedang berjalan. “Besok akan saya hubungi Puskesmas untuk sosialiasi vaksinasi di sini,” janji Hari Santosa.

Yang menarik adalah permintaan warga yang menanyakan realisasi program bedah rumah di wilayah Bendul Merisi.

“Ada dua rumah milik warga sudah diusulkan sejak lama, namun hingga saat ini belum terealisasi, karena terkait dengan status tanah,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat tegas Hari, apapun yang disampaikan warga harus diperjuangkan. Karena hal itu merupakan tanggung jawab yang melekat pada dirinya.

“Namun seperti yang saya sampaikan tadi. Saya tidak mau disebut PHP. Jadi, yang bisa, saya sampaikan bisa, dan yang tidak bisa tentu kami harus jujur menyampaikannya ke warga,” pungkasnya. (BNW)