Warga Babadan Lapor Masalah Stunting, Ini Kata Budi Leksono dalam Resesnya

0
107

Surabaya NAWACITAPOST – Kasus stunting atau kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya masih marak ditemukan di Surabaya yang masuk daftar sebagai kota Metropolitan.

Di Kampung Babadan, RW 5 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, setidaknya ada tujuh anak yang mengalami masalah itu.

Dalam agenda resesnya di Kampung tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono juga dilapori kasus tersebut dan diharapkan ada solusi.

Dalam kesempatan itu, Ketua RW 5 Babadan, Bana Supeno melaporkan bahwa banyak orang tua enggan untuk melaporkan kasus stunting pada anaknya, sehingga seringkali terjadi keterlambatan penanganan.

“Kami berharap pak Budi bisa membantu memberikan pemahaman bahwa pendataan anak dengan stunting itu sangat diperlukan,” ujarnya.

Bana yang merupakan dosen di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) itu mengaku sudah berkali-kali mengimbau warganya. Jika ada kasus stunting, sebaiknya dilaporkan.

“Tapi memang tidak mudah. Butuh pendekatan khusus agar warga atau orang tua mau melaporkan anaknya yang stunting,” katanya.

Sementara itu, Budi Leksono anggota Fraksi PDI Perjuangan meminta agar masyarakat sadar dan segera melapor jika ada kasus stunting.

” Pemkot memberikan atensi lebih terhadap kasus tersebut. Monggo dilaporkan, tidak perlu sungkan,” kata Bulekz sapaan Budi Leksono.

Pemkot, menurut Bulekz sudah menyiapkan program permakanan bagi anak stunting. Selain itu, melalui tim penggerak PKK sudah membuat program khusus untuk mencegah stunting sejak dini, yakni “Jago Centing” atau Jagongan Cegah Stunting.

Program yang dimotori oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) itu menyasar setiap kelurahan dan kecamatan.

Bentuk programnya, salah satunya adalah pemberian tablet FE atau pil penambah darah untuk remaja yang sudah haid.

“Itu untuk menjaga kesehatan reproduksi sejak dini,” kata Budi.

Terkait warga yang tidak mau lapor, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya itu memastikan akan ikut turun. Pihaknya akan menggerakkan tim dari partai di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Nanti kita minta pengurus anak cabang dan ranting untuk sama-sama gerak memberikan sosialisasi dan pemahaman ke warga agar tidak malu dan sungkan melaporkan adanya stunting,” jelasnya. (BNW)