Data PKH Tak Tepat Sasaran, Menjadi Pokok Bahasan Reses Pertiwi Ayu Krishna

0
50

Surabaya NAWACITAPOST – Reses Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna masih tetap diwarnai dialog terkait hal-hal yang menjadi vital tahun-tahun belakangan ini, seperti masalah penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Warga mengeluh, masih banyaknya warga yang tidak mampu tidak terdata sebagai penerima. Sebaliknya, warga yang mampu justru terdata sebagai penerima.

Menanggapi masalah klasik tersebut, Pertiwi Ayu Legislator Partai Golkar ini mengakui bahwa penyaluran PKH masih banyak yang tidak tepat sasaran. Ada warga yang mampu, rumahnya besar dan punya mobil tetapi tercatat sebagai penerima.

Yang menarik, jaring Aspirasi kepada Warga Ketandan Lor, Kecamatan Genteng, terungkap bahwa ada aparatur sipil negara (ASN) yang ternyata juga mendapat PKH.

“Nah ini keliru. Seharusnya Itu haknya warga kurang mampu. Harus dicoret,” kata Pertiwi Ayu di Joglo Cak Markeso Ketandan, Selasa 19 Oktober 2021.

Selain itu, ada pula pengaduan dari warga yang tidak mendapat pelayanan dengan baik oleh pihak dinas ketika menanyakan masalah PKH.

Pihak RT dan RW sudah memastikan bahwa warga tersebut masuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tapi ketika dikonfirmasi ke Dinas Sosial (Dinsos, Red), katanya harus mengacu pada data kelurahan.

” Padahal menurut pihak kelurahan, data itu dari Dinaos. Jadi dipimpong. Ini kan nggak bener,” ucapnya.

Sesuai prosedur, Ayu menjelaskan bahwa pendataan PKH dilakukan oleh RT / RW. Kemudian, data tersebut diserahkan ke kelurahan untuk diteruskan ke Dinsos. Artinya, ada proses yang tidak dilalui dengan benar dalam pendataannya.

“Ini yang bermasalah dimana, apakah pihak kelurahan yang malas melakukan perubahan, malas mengetik berdasarkan verifikasi data oleh RT / RW, atau seperti apa. Nanti kita cek kejelasannya,” kata Ayu.

Ia memastikan, hal ini akan dibawa ke rapat internal komisi dan dalam waktu dekat segera memanggil pihak kelurahan, RT / RW, dan dinas terkait akan dipanggil untuk menjelaskan masalah tersebut.

“Ini berkaitan dengan hak masyarakat yang sekarang sedang kesusahan menghadapi pandemi. Jangan sampai bantuan untuk warga kurang mampu salah sasaran ke warga yang justru mampu,” papar Pertiwi Ayu.

“Ini tidak hanya terjadi di sini (Ketandan Lor, Red). Sabtu kemarin saya di Tambaksari juga mendapat keluhan yang sama,” ucap Ayu mengakhiri.