Polres Blitar Kota Ungkap 3 Kasus Kejahatan Pencurian Bermotor

0
93

Blitar, NAWACITAPOST – Polres Blitar Kota melalui Satreskrim berhasil mengungkap 3 kasus kejahatan pencurian kendaran bermotor ( Curanmor ), Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setiawan didamping Wakapolres dan Kasat Reskrim mengelar pres rilis, Senin 18/10/2021.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Heri Setiawan mengatakan, telah terjadi beberapa kasus pencurian bermotor ( Curanmor ) diwilayah hukum Polres Blitar Kota, dimana para tersangka yang telah diamankan seluruhnya residivis curanmor.

Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah 

“ Pada modus pertama yang dilakukan kakak-beradik dengan menaiki mobil Avansa mengamati sasaran kendaran yang diparkir. Kakak-beradik dalam aksinya berkeliling ketempat-tempat parkir untuk mencari sepeda motor yang akan dicuri. Pelaku mengambil sepeda motor dengan menggunakan kunti T,”kata Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setiawan.

Simak berita lainnya di Tiktok NAWACITA

Barang bukti yang diamankan polisi dari tangan tersangka pertama 1 ( Satu ) unit mobil merk Toyota Avanza warna putih nomer Polisi N 1871 SJ yang digunakan tersangka untuk melakukan pencurian sepeda motor milik korban tersebut 1 ( satu ) buah jaket warna merah maroon, 1 ( satu ) buah celana panjang warna cokelat., 1 ( satu ) buah Handphone Redmi warna biru dan 1 (satu) lembar FC STNK dan BPKB sepeda motor merk HONDA Beat D1B02N26L2 AT No. Pol : AG 5369 Q tahun 2017 warna putih Noka : MH1JFZ119HK924591, Nosin : JFZ1E1934754, atas nama RINDAWATI,1 (satu) unit sepeda motor beat No. Pol : AG 5369 Q.

Lanjut Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setiawan mengatakan, pada modus ke 2 penipuan dan pencurian, dari perkenalan Ibu korban Angga dengan tersangka B alias MK melalui media sosial ( medsos } Facebook. Perkenalan korban dengan tersangka yang berinisial B alias MK menjanjikan kepada korban untuk dinikahi. Saat ibu korban sedang berada di dapur dan anak korban Angga tertidur pulas, selanjutnya kendaran korban diambil oleh tersangka B alias MK. Menindak lanjuti laporan dan melakukan penyelidikan keberadaan pelaku, Satreskrim berhasil mengamakan pelaku B alias MK disaat pelaku akan melaksanakan pernikahan ( nikah siri ) di Probolinggo.

NAWACITA TV: PERNYATAAN HKBP GUNUNGSITOLI DAN ISTRI DARI SEORANG PRIA NIAS MENANGGAPI DUGAAN PENGHINAAN SUKU NIAS

Adapun Barang Bukti yang diamankan 1 (satu) lembar Surat Keterangan BPKB dari PT FIF kendaraan, Honda T4G02T31L0 M/T Nopol AG-4169-NA tahun 2019 Warna Hitam Noka MH1KD1114KK060214 Nosin KD11E1059394;1 (satu) unit Sepeda Motor Honda CRF warna hitam AG-4169- NA tahun 2019, 1 (satu) buah Hp merk OPPO warna gold,”ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setiawan menjelaskan, Modus pencurian ketiga pelaku mengambil sepeda motor milik korban Catur Moch Nur Khadafi yang ada di dalam rumah. Saat itu korban meninggalkan rumah untuk pergi ke rumah saudaranya di Malang,korban meninggalkan rumah dalam kondisi terkunci dan kunci rumah ditaruh diatas lubang ventilasi pintu. Disitu pelaku mengambil sepeda motor korban didalam rumah, setelah mengetahui dan mengamati korban pergi meninggalkan rumah dalam kondisi rumah kosong.

Berdasarkan laporan dan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi dilokasi kejadian, akhirnya Unit Reskrim Polsek Srengat berhasil mengamankan pelaku berinisal MDN alias D alias S bin SRN dirumahnya, warga Dusun Udanawu Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu.
Dimana setiap harinya pelaku berjaulan angkringan didepan rumah korban.

Selanjutnya barang bukti diamankan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario warna hitam, Nomor Polisi AG-6313-IU, Nomor rangka MH1JFV119FK039040 Mesin JFV1e-1039052 atas nama CATUR MOCH NUR KHADAFI. Dari hasil pengembangan diketahui pelaku juga telah melakukan tindak pidana pencurian ditempat lain antara lain 1 (Satu) buah kunci sepeda motor Honda Vario warna hitam, Foto copy BPKB sepeda motor Honda Vario warna hitam, Nomor Polisi AG-6313-IU semua turut disita dari tangan pelaku.

Kapolresta menambahkan “dari tersangka yang diamankan dikenakan pasal 363 atau 362 sanksinya 5 (lima) tahun sampai 9 (sembilan) tahun, dengan maraknya kasus curanmor kami juga sudah melakukan upaya-upaya perfentif, kegiatan patroli kemudian jajaran Reskrim, Intel, Babinkamtibmas seluruh unit melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk, stiker himbauan kepada masyarakan agar mengunci kendaraan dengan kunci ganda,”pungkasnya.

(Frins Maurins)