Selasa, 2 Juni 2026

Rutan Kelas IIB Sipirok Kanwil Kemenkumham Sumut, Ikut Webinar Hari Kesehatan Mental Dunia Tahun 2021 Secara Virtual

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:25 WIB
Sipirok, NAWACITAPOST - Dalam memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia Tahun 2021, Kasubsi Pelayanan Tahanan Boyma Harahap mengikuti "Webinar Hari Kesehatan Mental Dunia" yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui aplikasi zoom, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah


Kesehatan jiwa merupakan kondisi dimana individu dapat mengetahui kemampuan dirinya, dapat mengatasi stres sehari-hari, bekerja dengan produktif dan juga dapat berkontribusi ke lingkungan sekitarnya. Definisi kesehatan jiwa seringkali disalahartikan sebagai suatu gangguan jiwa.

Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV


Padahal, apabila merujuk pada pengertiannya, kesehatan jiwa bukanlah sebuah gangguan. Selain itu, masyarakat juga banyak yang menganggap masalah kesehatan jiwa merupakan sebuah gangguan jiwa, padahal keduanya memiliki perbedaan. Adapun perbedaan itu adalah sebagai berikut :

Pertama : Selayaknya kesehatan fisik, semua individu pasti memiliki kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa seseorang bisa berada di keadaan baik dan juga keadaan buruk. Hal inilah yang memicu munculnya masalah kesehatan jiwa, namun masalah tersebut tidak bisa langsung disebut sebagai sebuah gangguan jiwa tanpa adanya diagnosa dari tenaga profesional kesehatan jiwa seperti Psikolog dan Psikiater.

Baca Juga : Cegah Gangguan Kamtib, Lapas Kelas IIB Panyabungan Kanwil Kemenkumham Sumut Laksanakan Deteksi Dini


Kedua : Gangguan jiwa dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk berfungsi normal dalam waktu yang panjang. Individu harus memenuhi berbagai macam kriteria untuk bisa didiagnosis memiliki gangguan jiwa.

Ketiga : Individu bisa memiliki kesehatan jiwa yang buruk namun tidak didiagnosis memiliki gangguan kejiwaan. Dan sebaliknya, individu yang didiagnosis memiliki gangguan kejiwaan dapat merasakan periode dimana kesehatan jiwanya baik.

Lingkungan Lapas/Rutan dapat memicu munculnya pengaruh yang buruk terhadap kesehatan mental para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya batasan kerahasiaan (privacy), kurangnya aktivitas yang bermakna, isolasi dari lingkungan sosial, dan kecemasan akan masa depan.

Kondisi ini berisiko menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa bagi para WBP. Maka dari itu, perawatan kesehatan jiwa bagi para WBP diperlukan sebagai salah satu upaya untuk membuat para WBP senantiasa sehat secara fisik maupun jiwa.

Keuntungan memperhatikan kondisi kesehatan jiwa para WBP di Lapas/Rutan adalah menjaga kesehatan jiwa para WBP dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidupnya, stigma dan diskriminasi yang dirasakan para WBP dengan kesehatan jiwa yang buruk dapat berkurang, menjaga kesehatan jiwa para WBP juga akan meningkatkan kemungkinan WBP bisa beradaptasi dengan lebih baik di lingkungan sosial ketika mereka kembali ke komunitasnya, kemampuan adaptasi yang baik di lingkungan sosial juga menurunkan kemungkinan WBP untuk mengulangi kesalahannya dan kembali ke Lapas/Rutan.

(Humas Rutan Sipirok)

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini