Jakarta, NAWACITAPOST  – Kepala Rumah Tahanan Kelas IIA Batam, Yan Patmos terima Piagam penghargaan dari Walikota Batam, Muhammad Rudi, sebagai organisasi pemerintah Aparat Penegak Hukum (APH) yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam, DPRD Kota Batam dan aparat penegak hukum, lainnya dalam pembangunan Ruang sidang Online di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam, Selasa (5/10/2021).

Piagam penghargaan yang diterima oleh Karutan Batam, diserahkan secara langsung oleh walikota Batam yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin dan Kasubsi Pengelolaan, Herwan Syahputra bertempat di ruang kerja Walikota di Lantai lima, Gedung Walikota Batam, Batam Center.

Piagam penghargaan dengan nomor: 39/TP/PP/09/2021, diberikan kepada Rutan kelas IIA Batam, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Batam, terhadap pembinaan dan pelengkapan fasilitas di Rutan Batam, ditengah Pandemi Covid-19 yakni Pembangunan ruang sidang Online.

Walikota Batam sangat mengapresiasi kinerja dari jajaran Rutan Batam, dan meminta untuk segala pihak yang terlibat untuk segera melaksanakan pembangunan Ruang Sidang Online tersebut. “Kita dukung pembangunan ruang sidang tersebut dan langung disegerakan pembangunannya serta untuk nama nya ruang sidang nya,silahkan Rutan Batam sendiri menentukannya” ucap Muhammad Rudi

Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Yan Patmos Purba, mengatakan dirinya sangat bersyukur dan berterimakasih atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Batam, dalam hal pembinaan dan pelayanan hak-hak warga binaan di Rutan kelas IIA Batam. “Sampai saat ini sudah hampir 1,8 bulan Pandemi terjadi di Indonesia, termasuk Kota Batam. Layanan persidangan dilakukan secara online. Namun selama ini karena tidak adanya fasilitas ruang sidang yang bisa digunakan di Rutan Batam, pihak Rutan menyediakam ruangan untuk warga binaan mengikuti sidang dengan resiko yang sangat tinggi,”kata Yan.

Baca juga :  Jajaran Pengamanan Rutan Kelas IIB Sibuhuan Kanwil Kemenkumham Sumut, Gelar Rapat Dinas

Lanjut Beliau mengatakan saat WBP mengikuti persidangan secara Online, WBP hanya tinggal melewati satu pintu agar bisa keluar dari Rutan Batam.”Jadi resikonya sangat tinggi, sementara WBP yang akan mengikuti persidangan dalam satu hari itu bisa sampai 40 orang,”kata Yan.

Dengan kondisi demikian pihaknya berusaha untuk mengajukan bantuan pembangunan ruang sidang online kepada Pemerintah Kota Batam, dan DPRD Kota Batam. “Puji Tuhan pengajuan kita diterima dan disetujui oleh pemerintah Kota Batam. Pembangunannya akan dimulai dalam waktu dekat ini,”kata Yan.

(Reporter : Aris Gea)