Surabaya NAWACITAPOST – Menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawas dibidang pendidikan, Wakil ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati S.Sos., M.PSDM berkunjung di SMPN 19 Surabaya, Senin 4 Oktober 2021.

Kunjungannya kali ini, dalam upaya mengawasi jalannya Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kelas 8 yang diselenggarakan di Sekolah.

Kepada Nawacitapost.com , Ajeng menjelaskan bahwa ANBK adalah
program penilaian atau Asesmen terhadap mutu setiap sekolah,  Madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Penilaian dilakukan oleh BNSP (Badan Nasional Standarisasi Pendidikan), sebuah badan turunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar yaitu literasi, numerasi, dan karakter, serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen yang dilakukan di SMPN 19, jelas Ajeng, juga terdiri dari AKM, kemudian dilanjutkan dengan survei Karakter yang dikerjakan oleh siswa dan Survei Lingkungan Belajar yang dikerjakan Guru serta Kepala Sekolah.

ANBK dilaksanakan 2 sesi yaitu 4-5 Oktober dan 6-7 Oktober, dan Evaluasi Belajar Mengajar ini diikuti maksimal 45 murid per SMP.

Dari situ, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan fasilitas untuk tes swab antigen di setiap puskesmas kepada murid yang terdaftar melaksanakan ANBK.

“Karena ini berbasis komputer yang berada di sekolah dengan durasi waktu lebih dari 2 jam, maka untuk kewaspadaan sebelum tes akan diberikan fasilitas screening covid19, ” Terang Ajeng .

“Jika orang tua kelas 8 yang terdaftar tidak mengijinkan putra-putrinya melaksanakan PTM, diharapkan agar tetap mengerjakan AKM, meski diperbolehkan tidak mengikuti. Karena sistem kemendikbud terpusat dan diproses secara online, ” Ujarnya.

Baca juga :  MKKS SMP Kota Pekalongan Ciptakan Inovasi Baru, Bentuk Pokja Kurikulum, SDM dan Humas

Legislator Partai Gerindra ini meminta kepada Pemkot melalui Dispendik Surabaya agar Sosialisasi pentingnya ANBK lebih ditingkatkan.

Meski tidak berpengaruh terhadap nilai siswa tetapi tujuannya disetiap SMP bisa dilakukan evaluasi dengan maksimal.

“Proses yang harus dilalui ada 2 yaitu terdaftar sebagai peserta ANBK dan mengikuti swab di puskesmas, ” Katanya.

Diakhir, Ajeng mengaku sangat mendukung Konsep Asesmen Nasional tetapi, jadwal pelaksanaannya harus diatur sedemikian rupa agar semua siswa dapat berpartisipasi.

” Mari kita dukung program ini karena outputnya menggambarkan mutu pendidikan di sekolah. Kami juga berharap hasil evaluasi dan deskripsi dapat dicapai dengan maksimal,” Tandasnya. (BNW)