Rakor Notaris Provinsi Kalbar, Notaris Harus Berkomitmen Pada Kode Etik Notaris

0
45

Jakarta, NAWACITAPOST Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Fery Monang Sihite, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Notaris Kalimantan Barat di Meranti Ball Room Hotel Mercure Pontianak dengan tema “Penguatan, Pembinaan dan Pengawasan Terhadap Notaris Dalam Upaya Menjadikan Notaris Yang PASTI Nyata di Kalimantan Barat”, Senin (27/09/2021).

Rakor dihadiri oleh Kepala Divisi Administrasi, Anggiat Ferdinan, Kepala Divisi Keimigrasian, Pamuji Raharja, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Toman Pasaribu, Plt. Kepala Divisi Pemasyarkaatan, Eka Jaka Riswantara, Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Muhayan, Kepala Subbidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Krisman Samosir, Kepala Subbagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi, Zulzaeni Mansyur.

Baca Juga  : Vaksinasi Narapidana Lapas dan Rutan Se-Sulsel Capai 74.5 Persen

Narasumber Rakor ini diantaranya Dosen Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Agus, dan Ketua Pengurus Wilayah Kalimantan Barat Ikatan Notaris Indonesia, Carolina Anggraini, selain itu juga Kasi Dokumentasi Notariat dan Sekretariat MPPN Direktorat Perdata Ditjen AHU, Nunung Sumyati dan Anggota Majelis Pengawas Pusat Notaris, Winanto Wiryomartani yang terhubung secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting. Rakor diikuti oleh peserta dari Notaris di Kalimantan Barat.

Rakor dimulai dengan laporan pelaksanaan oleh Ketua Penyelenggara, Kepala Subbidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Krisman Samosir, kemudian dilanjutkan dengan keynote speech sekaligus membuka Rakor oleh Kepala Kantor Wilayah, Fery Monang Sihite.

Fery menyampaikan, masih sering mendegar adanya beberapa masalah seperti cara implementasi PMPJ pada pengguna jasa, parameter peran sanksi mencurigakan, resiko pelaporan TPPU yang dapat menimbulkan kerugian bagi notaris apabila dilakukan gugatan oleh pengguna jasa serta akses notaris dalam mengecek kebenaran data-data pengguna jasa.

“Lebih jauh terhadap hal tersebut dapat dibahas dan diskusikan pada sesi berikutnya oleh para narasumber yang sangat kompeten dalam bidang ini”, jelas Fery.

“Kanwil Kemenkumham Kalbar sangat mendukung segala upaya Majelis Pengawas Notaris sebagai instansi yang berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas jabatan notaris, pemeriksaan pelanggaran kode etik, dan pengawasan perilaku notaris”, tegas Fery.

“Salah satu upaya preventif kita adalah melalui penyelenggaraan Rakor Notaris pada hari ini yang bertujuan memberikan penguatan peran dan fungsi notaris dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab”, tutup Fery.

Usai pembukaan, Rakor dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber dan tanya jawab.

Dengan adanya Rakor ini Ketua Pengurus Wilayah Kalimantan Barat Ikatan Notaris Indonesia, Carolina Anggraini berharap Notaris bisa menjalankan tugasnya dengan baik, “Mudah-mudahan rekan-rekan saya Notaris bisa menjalankan tugas dan jabatannya dengan baik sesuai Undang-Undang Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris, serta punya integritas tinggi, harkat dan martabat”, harapnya.

Pada Rakor ini juga dipaparkan cara menggunakan Aplikasi SILANOK (Sistem Laporan Online Notaris Kalimantan Barat), yang akan digunakan oleh para Notaris di Kalimantan Barat untuk menyampaikan laporan bulanan secara elektronik.

(Kornelius Wau)