Seorang Janda Diduga Dianiaya Berat oleh Seorang Pria di Gomo Nias Selatan

1
934
Korban MB

Jakarta, NAWACITAPOST –  KAPOLSEK Gomo, Nias Selatan Inspektur Dua (Ipda) Johnson Sianipar ketika dihubungi nawacitapost melalui sambungan telepon, Selasa (21/9/2021) di sela-sela tugas Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Desa Damai, Nias Selatan  membenarkan bahwa   Laporan Polisi Nomor : LP/105/IV/2021/SPK-C/SU/Res. Nisel/Sek.Gomo tanggal 25 April 2021 a.n pelapor Mei Masrohani Bawamenewi (MB) alias Mei dengan terlapor atas nama  Guasa Bawamenewi alias Ama Tuti sudah masuk dalam tahap penyidikan.

Baca Juga : Terkait Anak Hilang di Kepni, Ini Penjelasan Polres Nias Selatan

“Saat ini sudah masuk dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan nomor surat B/04/IX/2021/Reskrim. Surat ini juga, sudah ditujukan ke Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, karena korbannya perempuan, maka Polres Nias Selatan yang punya wewenang untuk hal ini. Pokoknya kasus ini sudah masuk  pada tahap penyidikan,”  jelas Ipda Johnson.

Sebelumnya, Talina Tafonao menceritakan, bahwa kronologisnya terjadinya penganiayaan dilakukan pelaku secara bersama-sama di Desa Sirahia kecamatan Idanotae. Pada  Jumat 23 April 2021 sekira  pukul 18:00 WIB, terhadap korban Iwan BMW alias A. Tasya yang dilakukan oleh Faatulo alias A. Key Bawamenewi. Ini disebabkan oleh Pelaku memaki ketika sudah dibersihkan parit yang berbatas dengan pelaku dan korban dan parit tersebut bukan korban atau keluarganya yang membersihkan tetapi ayah pelaku sendiri, karena sudah dibersihkan pelaku mendatangi korban dengan mengucapkan kata-kata cakap kotor hingga pelaku duluan meninju korban, ucap korban kepada nawacitapost.com

Talina Tafonao melanjutkan, maka terjadi perkelahian tetapi berakhir, karena dilerai oleh warga sekitar. kemudian pada tanggal 24 Aoril 2021 2021 sekitar pukul 10.00 WIB kembali terjadi penyerangan dirumah korban, hingga ditarik keluar rumah dan sampai dijalan lintas kecamatan Idanotae menuju perbatasan Kabupaten Nias Selatan dengan kabupaten Nias, penganiayaan dilakukan secara bersama-sama kepada korban secara brutal bahkan dengan menggunakan kayu (balok) dan batu yang digunakan pelaku atas nama; Guasa Bawamenewi Alias A. Tuti, laki-laki (32) Tahun, Fatinaso Bawamenewi Alias A. Rama, Laki-laki (43) Tahun, Natiaro Bawamenewi Alias Nati, laki-laki (21) Tahun, Yanisa Bawamenewi Alias Nisa, Perempuan (18) Tahun, Amoela Bawamenewi Alias A. Fedi, laki-laki (55) Tahun. dan kepada korban kelurga, Talina Tafonao Alias ina Iwan, Perempuan (48) tahun, Mei Mas rohani Alias Mei, Perempuan (19) tahun. Dibuktikan dengan video dan Foto-foto kejadian pada saat itu, ujar korban.

Video saat korban dianiaya pelaku, pada kejadian kedua, 24 April 2021.

Atas  kejadian tersebut, maka korban bernama Mei Masrohani Bawamenewi yang juga seorang janda melaporkan pelaku Guasa Bawamenewi (GB) ke Polsek Gomo pada 24 Apri 2021 sekira pukul 10.00 di Desa Sirahia kecamatan Idanatoe Kabupaten Nias Selatan. Diduga  pelaku melakukan kekerasan dan penganiayaan kepada korban. Diduga awalnya gara-gara korban membersihkan parit yang berbatasan dengan rumah pelaku. Dan pelaku tidak terima atas perbuatan korban membersihkan parit mungkin tanpa izin.

Sementara Kuasa Hukum Korban (pelapor), Thero Taf SH, Ketika dihubungi nawacitapost, Senin (20/9/2021) malam menyatakan “Untuk kelanjutan kasusnya masih ditahap penyidikan, cuma terlalu lama prosesnya. Untuk sementara pelaku dikenakan pasal 170 ayat 1, dengan ancaman hukuman 5 tahu lebih. Itu sesuai dengan SPDP, jelasnya.

Terkait itu,  kata Thero, “untuk saat ini juga, korban sama pelaku sama2 buat laporan di Polsek Gomo, jadi sekarang sama2 naik berkas,” tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan Nawacitapost.com berusaha dari kemarin dan hari ini untuk menghubungi pelaku dan kuasa hukumnya dengan segala cara, tetapi kontaknya melalui koresponden nawacitapost di Nias Selatan, belum bisa didapat.

(Fatizame Ndruru/rh)

 

 

 

1 KOMENTAR

Comments are closed.