Selain Ciptakan Rasa Aman, Ketua Dewan Pembina Alumni GMNI Maluku Tenggara Filips Rahantoknam : Gubernur Murad Ismail Berhasil Jadikan Maluku Lumbung Ikan Nasional

0
581
Gubernur Maluku Irjen Polisi (Purn) Drs. Murad Ismail (kiri) dan Ketua Umum DPP Alumni GMNI Dr. Ahmad Basarah dan Ketua Dewan Pembina Alumni GMNI Maluku Tenggara Drs. Filips  Lodewijk Rahantoknam M.Si. (Kanan). Kolase

Jakarta, NAWACITAPOSTIRJEN Polisi Purnawirawan Drs. H. Murad Ismail, pada 13 September 2021, tepat 2 tahun memimpin pemerintahan Provinsi Maluku. Tentu banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pembina  Alumni GMNI Maluku Tenggara Drs. Filips  Lodewijk Rahantoknam M.Si, ketika dihubungi nawacitapost melalui sambungan telepon, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga : 8 Hari PPKM Mikro, DPRD Maluku Tutup Sepekan

“ Yang paling penting menjadi pemimpin itu menciptakan rasa aman dan nyaman kepada rakyatnya, pasti hal-hal lainnya akan menyertainya. Dan itu ada pada sosok Bung Murad Ismail sebagai  Gubernur Maluku dalam dua tahun ini. Prestasi sudah tercapai, terutama tingkat kemiskinan berkurang. Walaupun, beta seng (saya tidak)  menyangkal, pasti ada hal – hal yang belum tercapai dalam kepemimpinan beliau, tetapi itu proses yang bisa teratasi, tutur Filips menjelaskan.

Hal lainnya, tegas Filips yang selalu dekat dengan adik-adik mahasiswa kelompok Cipayung Maluku Tenggara, bahwa Bung Murad mempunyai nilai luhur  Pertama  Tegas dalam tata kelola birokrasi dan sukses menyelenggarakan pemerintahan. Kedua Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara terus meningkat di daerah-daerah kepulauan untuk mengintegrasi kawasan, sehingga ekonomi tumbuh dengan mengurangi harga jual barang dan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat. Ketiga Beliau dapat merealisasikan mimpi masyarakat Maluku menjadikan MALUKU LUMBUNG IKAN NASIONAL (MLIN). Itu terwujud dengan mulai dibangun sarana dan prasarananya, jelas Ketua FKPPI XV 03 Maluku Tenggara.

Kelebihan sosok Murad, “Kekuatan lobi  ke pemerintah pusat  yang tidak pernah teriak-teriak, selalu senyap dan hasil akhirnya berhasil. Juga  tak pernah menyalahkan anak buahnya di depan banyak orang,” ujar Filips yang eks mahasiswa era 1990-an.

Selain itu, “beliau mengenal semua menteri dengan baik bahkan dekat, tinggal bagaimana pembantu-pembantunya, yaitu pimpinan OPD mampu mengeksekusi kebijakan. Dan kedekatan beliau dengan pemerintah pusat dalam hal ini para menteri yang memimpin kabinet, tambah Filips menjelaskan.