1 Bulan Menjabat Jadi Bupati Bekasi, Dani Ramdan Dapat Respon Positif Dari Masyarakat

0
129
Bupati Bekasi, Dani Ramda (kiri)

Jakarta, NAWACITAPOSTSudah genap sebulan Drs. H. Dani Ramdan, M.T menjabat sebagai penjabat Bupati Bekasi menggantikan Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja yang meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

Dani Ramdan, M.T bertugas sebagai Penjabat Bupati Bekasi sejak dilantik Gubernur Jawa Barat, Ir. Ridwan Kamil pada tanggal 22 Juli 2021 sampai berakhirnya sisa masa jabatan Bupati Bekasi pada Maret 2022 mendatang.

Apa pandangan dan harapan masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap kinerja dan kepemimpinan Drs. H. Dani Ramdan, M.T selama 1 bulan menjabat sebagai Penjabat Bupati Bekasi ? SMSI Bekasi Raya merangkum pendapat masyarakat secara singkat seadanya.

Ketua Umum Forum Masyarakat Bekasi (FORMASI), H. Obing Fachrudin “Sudah sangat bagus, konsolidasi yang dilakukan terhadap semua elemen baik internal pemerintah, forkopimda, lembaga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemuka agama terfasilitasi hampir keseluruhan. Tentunya hal ini dapat menunjang kinerja pemerintah lebih baik dari sebelumnya. Masyarakat pun dapat berkomunikasi langsung terhadap Bupati nya dan pak Dani selaku Penjabat Bupati selalu dengan cepat merespon memberikan tanggapan maupun komentar” jelasnya.

Yosminaldi,Ketua Umum Asosiasi Praktisi HRD Indonesia (ASPHRI) dan Mantan Ketua FK-HR EJIP mengatakan “Sepertinya 1 (satu) bulan menjabat belum bisa kita berikan penilaian secara komprehensif terkait dengan kinerja beliau. Tapi yang pasti, saya melihat ada niat baik dan keinginan beliau untuk melakukan perbaikan dan langkah-langkah memajukan kesejahtaraan masyarakat Kabupaten Bekasi dengan seringnya beliau turun ke lapangan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat dan melihat langsung situasi dan kondisi masyarakat sesungguhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menambahkan harapan pejabat daerah khususnya bekasi lebih demokratis, bisa mendengar apresiasi rakyat.

“Sebagai perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), khususnya di Kabupaten Bekasi, saya mengharapkan Penjabat Bupati Bekasi Pak Dani Ramdan bisa lebih banyak mendengarkan aspirasi kaum pengusaha dan pekerja di Kabupaten Bekasi, khususnya tantangan menjalankan bisnis di era pandemi covid-19 yang meluluh-lantakkan dunia bisnis dan industri di Kab. Bekasi,” imbuhnya.

Perlu Pak Bupati untuk lebih sering mendengarkan masukan-masukan kalangan bisnis, perwakilan pekerja dan praktisi HRD agar bisa lebih memahami situasi keberlangsungan dunia industri di Kabupaten Bekasi,” tambahnya

Ketua umum LSM Benteng Bekasi, Turangga Cakraudaksana memaparkan bahwa pihaknya masih meninjau 100 hari kerja Bupati Bekasi dan belum terlihat progres karena masih membutuhkan proses. “Hingga saat ini saya masih mengamati 100 hari kinerja Dani Ramdan sebagai Penjabat Bupati Bekasi, dan sejauh ini belum ada kerja nyata menurut pandangan saya baru hanya seremonial” tutur Turangga

Disisi lain seorang pengusaha, H. Bobby Agus Ramdan mengatakan “Langsung turun ke bawah merangkul semua golongan dan silaturahmi semua tokoh. Masalah jalan industri harus langsung dicor. Mohon perhatiannya pencemaran limbah di Kali Cilemahabang yang belum ditangani selama bertahun-tahun” jelasnya.

Kyai Soleh Jaelani, SE – Sekretaris MUI Kabupaten Bekasi berpendapat kinerja Bupati sudah cukup baik dengan respon permasalahan dengan cepat. “Pendapat saya beliau bekerja sudah cukup baik merespon persoalan dengan cepat dan segera dicarikan jalan keluarnya. Saya lihat beliau terjun langsung ke lapangan dan mengeksekusi dengan baik. Adapun pengisian jabatan pada eselon dua dan memang belum terlihat, sepertinya masih perlu dicaari kapasitas dan kredibilitas pejabat tersebut untuk didudukan pada jabatan itu. Dari sosialisasi sdh cukup baik merangkul semua kelompok dan ormas serta LSM yang ada.  Perlu didukung dan support agar beliau bisa lebih fokus bekerja sesuai amanah dan mengabdi. Semoga beliau tetap istiqomah dan membawa maslahah buat Kabupaten Bekasi lebih baik dan maju” ucapnya.

Kemudian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faizal Hafan Farid menyatakan pula kinerja yang ditunjukkan oleh bupati Bekasi baru itu sudah cukup baik. “Cara kerja pak Dani Ramdan sebagai Penjabat Bupati Bekasi sudah cukup baik dan sesuai amanah. Pak Dani mau mendengarkan saran masukan masyarakat dan langsung meresponnya dan langsung dikerjakan jika sekiranya hal tersebut dinilai baik dan bermanfaat untuk masyarakat” jelasnta.

Seorang Tokoh Masyarakat, Heri Susanto mengungkap harapan bagi Bupati Bekasi agar bisa mengemban amanah dengan baik. “Memang terlalu dini untuk dapat menilai kinerjanya. Tapi kami punya harapan untuk Bupati. Sebagai pemimpin beliau, mudah-mudahan dapat dipercaya (amin), menjaga amanah (hafidz), serta profesional dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya (alim). Itu harapan kami, mudah-mudahan selalu dalam bimbingan-Nya. Aamiin,” jelasnya.

Hendriyanto S.Kom M.T.I, Ketua ICMI Kabupaten Bekasi menjelaskan kinerja baik yang ditunjukkan saat pelaksanaan vaksinasi. “Menurut saya cukup baik dengan program Bekasi Berani untuk percepatan vaksinasi di daerah bekasi dan sekitarnya sehingga memudahkan warga untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi gratis di setiap kecamatan hingga desa,” jelasnya

Ia juga menambahkan saran, “Tetapi masih ada yang harus diperhatikan lagi tentang pertumbuhan UMKM agar dapat berjalan sehingga pertumbuhan ekonomi segera pulih  karena dampak pandemi. Banyak sekali keluhan bagi pelaku usaha kecil jika keadaan belum berubah. Perlu adanya visi dan misi yang dapat menjadi tolak ukur untuk kemakmuran warga Kabupaten Bekasi” katanya.

H. Apud Saefudin, Ketua ormas WJI Kabupaten Bekasi menjelaskan “Sesuai amanat ketua umum, WJI akan selalu mendukung pemerintah di tingkat desa sekalipun. WJI menilai Dani Ramdan menjabat di Bekasi sudah sesuai aturan dan legal. Kami juga mendukung keputusan Mendagri untuk mengangkat Dani Ramdan sebagai Penjabat Bupati Bekasi. Memang ada beberapa orang yang menyebut Dani Ramdan bukan orang Bekasi dan tidakspantas menjadi pemimpin di Kabupaten Bekasi, maka sebaiknya orang itu introspeksi karena selama ini yang dipaksakan untruk dilantik menjadi Wakil Bupati Bekasi justru bukan orang Bekasi,” jelasnya

Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Induk Cibitung, Jauhari mengapresiasi program yang dibuat dengan sangat baik karena Ia optimis nasib pedagang di wilayahnya bakal mengalami kemajuan. “Programnya sangat bagus dan lebih bagus lagi kalau beliau bisa memperjuangkan nasib pedagang Pasar Induk Cibitung. Bila beliau mau mencalonkan sebagai Bupati, InsyaAllah bisa menguasai suara” ucapnya.

Pembina lembaga pendidikan Pondok Pesantren Attauhidiyah Shohibul Masyhad, Kec. Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi Aep Saepulrohman menjelaskan soal inventaris. “Dari sekian banyak persoalan yang ada namun belum tertangani, maka Penjabat Bupati Bekasi harus jeli menginventarisasi  permasalahan dengan prioritas penyelesaian hal yang terpenting dahulu,”

Selain fokus pada penanganan Pandemi Covid-19, Penjabat Bupati Bekasi juga harus perhatian untuk segera menyelesaikan  :

1. Raperda Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang pernah dibahas harus segera di goalka, karena jumlah luas lahan pertaninan yang kian menyusut beralih fungsi.

2. Raperda RDTR turunan dari RTRW lebih detail dan mengunci,  hingga saat ini nasibnya tidak jelas, harus ditindaklanjuti untuk menjadi perda, sehingga payung hukum jelas.

3. Bekasi saat ini DARURAT SAMPAH, maka harus dibuat Perda tentang sampah, didalamnya ada sangsi tegas bukan hanya denda bagi pelanggar namun juga sanksi Pidana. Volume sampah di Kabupaten Bekasi sudah memasuki kategori darurat, dalam satu hari sampah di Kabupaten Bekasi mencapai sekitar 2.200 ton perhari , namun pemerintah daerah hanya mampu mengangkut 800 ton perhari,
Lalu sisa sampah lainnya kemana? Di sungai? Di jalan? Atau dimana? Ini yang harus menjadi perhatian untuk ada solusinya.

4. Diperlukan adanya Revitalisasi 6 pasar dari 12 pasar yang ada di Kab.Bekasi. Di tahun 2014 pernah dilakukan lelang namun stagnan tanpa suatu kejelasan. Kondisinya sangat memprihatikan karena kumuh, becek hingga kerap direndam banjir. Sudah tiga Bupati belum ada yang mampu untuk melakukan revitalisasi pasar tersebut, bagaimanapun pasar merupakan motor dari perekonomian suatu daerah. Keenam pasar yang membutuhkan revitalisasi ini yaitu : Pasar Induk Cibitung, Pasar Tarumajaya, Pasar Baru Cikarang, Pasar Sukatani, Pasar Babelan dan Pasar Kedunggede.

Sebenarnya tahapan revitalisasi itu telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu melalui lelang. Tapi, ironisnya, hasil lelang tak kunjung ditindaklanjuti sehingga revitalisasi itu tak pernah terealisasi. Contohnya Pasar Sukatani yang sejak 2014 telah dilelang dan didapat pemenang tendernya tapi hingga kini pasar tak pernah dibangun, tidak ada tindaklanjutnya hingga kini.

5. Diperlukan ketegasan sikap dari Pemkab Bekasi dalam hal penanganan Pembuangan limbah cair B3 yang sembarangan, bahkan terkesan disengaja oleh pihak perusahaan nakal. Limbah cair B3 tersebut banyak yang dibuang ke aliran sungai. Gugat ke pengadilan perusahaan yg membuang limbah B3 ke badan sungai. Lakukan penutupan bagi perusahaan yang terbukti melakukannya.

(Emrick)

Simak informasi menarik lainnya di youtube kami !