PT Oxley Karya Indo Batam Tidak Menempati Janji, 500 Konsumen Mengadu ke DPRD Kota Batam

0
207
batam center
Lik Khai, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam. (Foto: Antorius Zagoto)

Batam, NAWACITAPOST– Konsumen property  apartemen Oxley Convention City di bawah PT Oxley Karya Indo Batam mengadu ke Komisi I DPRD Kota Batam, terkait janji pengembang yang tidak kunjung membambangun unit apartemen, padahal sudah melakukan pembayaran cicilan hingga ratusan juta.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Lik Khai, meminta PT Oxley Karya Indo Batam untuk segera menyelesaikan hak konsumennya yang telah melakukan pembayaran cicilan. “ Selesaikan dulu hak konsumen sesuai janji,” katanya, di ruang Komisi I, Selasa (31/8/2021).

Lik Khai menyebutkan ada sekitar 500 orang konsumen apartemen Oxley itu yang mengeluh karena pengerjaan proyek apartemen Oxley tersebut tidak ada kejelasan pembangunan fisiknya.

“Kita harapkan Pemerintah harus memperhatikan masalah ini. Kita mendukung PT Wiwoa untuk mengakuisisi PT Oxley, tetapi haknya konsumen dan kontraktor terkait harus diselesaikan dulu,” ucapnya

Menurutnya, PT Oxley Karya Indo Batam tidak bisa melakukan akuisisi kepada PT Wiwoa begitu saja. Selesaikan dulu semua hak konsumen yang telah melakukan pembayaran baru diambil alih.

“Hingga kini uang yang sudah masuk dari konsumen kepada PT Oxley sudah sekitar Rp 200 Miliar. Jika uang segitu tidak bisa dikembalikannya kepada konsumennya, maka itu artinya perusahaan Oxley tidak punya uang. Dia hanya buka lagi dan jual lagi,” ucap Lik Khai .

Sesuai informasi yang dia peroleh akuisisi proyek tersebut dari PT Oxley kepada PT Wiwoa sudah terjadi 1 tahun, namun hingga saat ini pembangunan fisik proyek itu tidak kunjung dilakukan.

PT Oxley tidak pernah datang ke Batam dan dia berada di Singapura karena beralasan sudah perusahaan sudah pailit. Jika saat ini dari PT Wiwoa tidak juga melakukan pembangunan maka berarti ada kongkalikong antara PT Wiwoa dan PT Oxley.

“Kita minta kepada PTSP Pemko Batam tidak mengeluarkan IMB nya, hingga hak-hak konsumen yang sudah membayar diselesaikannya. Bila perlu nanti kita akan cari bersama-sama PT Oxley itu,” tuturnya

“Yang lebih lucunya lagi dalam hal ini, pihak pengacara dan pihak yang mewakili perusahaan PT Wiwoa yang datang dalam RDP dia juga tidak mengetahui boss nya siapa,” katanya.

Dia juga meminta kepada BP Batam selaku pengelolah lahan di Batam agar memantau dan jika pembangunan tidak juga dilakukan oleh perusahaan itu maka lahan tersebut dicabut saja peruntukkannya.

Apakah solusinya konsumen tetap lanjut atau uang yang sudah dibayar dikembalikan seutuhnya lagi. Tapi saat ini mereka malah memaksa semua konsumen agar tetap lanjut dan kalau tidak maka titip sama dia dan mereka yang akan menjualkannya nanti.

“Sementara IMB nya saja belum ada, bagaimana dia mau membangun apalagi menjual. Jadi masyarakat Batam jangan mau dibodoh-bodohi, jika IMB belum terbit dan status belum jelas maka jangan mau membeli apartemen atau bangunan lainnya. Sebab kalau baru hanya gambar, belum tentu nantinya IMB disetujui,” tutur Lik Khai.

“ kita akan mengawal masalah tersebut hingga selesai,” katanya.