Baca Juga : Walikota Irsan Menerima Ekspos Tim Penulis Buku Kearifan Lokal SD dan SMP Kota Padangsidimpuan
Sales branch manager (sbm) rayon 1 sibolga M. Affiyoni Al Hilmi menyampaikan bahwa keputusan dari pusat untuk penghentian BBM jenis premium, Pertamina mengatakan bahwa angka oktan 88 pada BBM jenis premium sudah tidak dipakai karena tidak masuk standar euro dan sudah ada kajian bahwa tidak baik untuk lingkungan.
"Kami dr pihak Pertamina Branch Sibolga meminta bimbingan untuk langkah apa selanjutnya yang baik dilakukan di kota Padangsidimpuan, ucap Hilmi.
Menanggapi hal tersebut Walikota Irsan menanyakan apakah pengeringan premium akan dilaksanakan di seluruh Indonesia dan apakah sudah pasti akan dilaksanakan secara nasional ???
Apakah tidak ada opsi untuk dipertahankan BBM jenis premium untuk kota Padangsidimpuan, saya meminta kepada Pertamina Branch Sibolga mewakili masyarakat Padangsidimpuan untuk dipertahankan keberadaan BBM jenis premium, ucap Wako Irsan.
Dengan kondisi ekonomi saat ini apalagi dimasa pandemi sulit bagi masyarakat untuk menyimbangi harga pertalite maupun pertamax dengan penghasilan masyarakat, ucap Walikota.
Kita ingin bapak - bapak dari pertamina branch Sibolga dan pimpinan pusat Pertamina faham kondisi ekonomi masyarakat di bawah terlebih dimasa pandemi ini, tambahnya.
Sekdako Letnan Dalimunthe juga menambahkan bahwa kita satu bahasa dan pendapat dengan walikota, bahwasannya yg kita minta ini mewakili masyarakat Padangsidimpuan dimasa pandemi ini yg ekonomi sudah sulit.
Tetapi karena ini merupakan kebijakan nasional dan jika harus memang dilaksanakan kami meminta untuk kota padangdidimpuan dilakukan terakhir, tambah sekda.
Kita akan sampaikan keinginan bapak walikota kepada pimpinan kita di pusat agar kiranya dipertimbangkan lagi, ucap Hilmi.
Hadir mendampingi Walikota Padangsidimpuan, Sekda H.Letnan Dalimunthe, Asisten II Rahuddin Harahap, Kadis Perdagangan Ridoan Pasaribu & Kabag Perekonomian Agus Salim Siregar.
(Humas Pemkot Padangsidimpuan)