Banjir di Kabupaten Katingan Berangsur Surut

0
180
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Jumat (20/8).

Jakarta, NAWACITAPOSTBanjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, telah berangsur-angsur surut sebagaimana menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan hingga hari ini, Minggu (22/8).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, Andi B. Baron saat dikonfirmasi mengatakan bahwa banjir tersebut sebelumnya terjadi karena dipicu oleh intensitas hujan tinggi di wilayah hulu dan tengah Sungai Katingan yang kemudian menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut meluap. Akibatnya luapan tersebut akhirnya masuk ke permukiman penduduk.

Anggota TNI meninjau kondisi banjir di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Jumat (20/8).
Anggota TNI meninjau kondisi banjir di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Jumat (20/8).

Kondisi cuaca tersebut menurut Andi memang telah sesuai dengan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya.

“Hujan dengan intensitas yang tinggi di wilayah hulu dan tengah Sungai Katingan pada tanggal 19, 20 dan 21 Agustus 2021, sesuai perkiraan BMKG pusat,” ujar Andi.

Di sisi lain, Andi juga mengatakan bahwa apabila tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi berturut-turut, maka kemungkinan besar banjir akan lebih cepat surut.

“Banjir pada umumnya apabila tidak terjadi hujan intensitas tinggi berturut-turut, maka tinggi permukaan air akan lebih cepat surut,” jelasnya.

Berdasarkan pendataan oleh tim di lapangan, peristiwa banjir yang dipicu oleh faktor cuaca tersebut telah merendam 13 desa di 4 kecamatan dan berdampak pada 384 KK atau 1.536 jiwa. Selain itu sebanyak kurang lebih 253 rumah, 5 unit fasilitas pendidikan, 2 unit tempat ibadah juga terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) antara 50-200 sentimeter.

BPBD Kabupaten Katingan mencatat wilayah yang terdampak meliputi Desa Tumbang Hiran, Desa Rangan Tangko dan Desa Rangan Surai di Kecamatan Marikit. Kemudian Desa Samba Bakumpai, Desa Samba Katung, Desa Samba Kahayan, Desa Rantau Asem, Desa Tumbang Kalemei dan Desa Napu Sahur di Kecamatan Katingan Tengah. Selanjutnya Desa Tumbang Kaman dan Desa Tumbang Labehu di Kecamatan Sanaman Mantikei dan Desa Tumbang Tanjung serta Desa Tura di Kecamatan Pulau Malan.

Menurut catatan Andi, banjir yang melanda di wilayah Kecamatan Marikit telah berangsur surut dan dalam kondisi aman. Sebelumnya, banjir di wilayah tersebut mencapai TMA hingga 200 sentimeter.

“Kondisi aman dari sebelumnya turun 200 sentimeter,” jelasnya.

Sementara itu, banjir masih merendam jalan poros antar kecamatan Desa Tumbang Lahang di Kecamatan Katingan Tengah dengan TMA 55 sentimeter sejauh 200 meter. Hal yang sama juga terjadi di jalan poros antar kecamatan Desa Telok menuju Desa Samba Bakumpai dengan TMA 30-80 sentimeter sejauh kurang lebih 700 meter.

Khusus Desa Samba Bakumpai, Andi menuturkan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah dataran rendah yang mana sering terjadi luapan DAS dari Sungai Samba apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Di desa tersebut, tiga moda transportasi Feri penyeberangan Desa Samba Danum dan Desa Samba Bakumpai tidak beroperasi untuk sementara karena debit air sungai masih tinggi.

“Untuk bencana banjir di Desa Samba Bakumpai sering terjadi dikarenakan dataran rendah dan sering terjadi luapan DAS dari Sungai Samba,” terang Andi.

“Tiga buah transport Feri penyebrangan Desa Samba Danum dan Samba Bakumpai tidak ada yang operasi,” imbuhnya.

Guna mengantisipasi adanya banjir susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca, maka BPBD Kabupaten Katingan melaksanakan fungsi koordinasi dengan lintas terkait seperti camat, unsur TNI/Polri, kepala desa di tiap-tiap wilayah.

Di samping itu, tim BPBD Kabupaten Katingan juga terus memantau perkembangan di lapangan dan mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan mengamankan anggota keluarga termasuk harta benda. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap aliran listrik dari kabel yang terendam air.

(Kornelius Wau)