PENYERAHAN REMISI SERENTAK SELURUH INDONESIA, OLEH DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN.

0
145

Samarinda, NAWACITAPOST –  Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DITJENPAS) melaksanakan penyerahan remisi umum serentak kepada lebih dari 134.430 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP di seluruh Indonesia dimana 2.491 orang WBP diantaranya langsung bebas.

Penyerahan remisi umum secara serentak itu dilaksanakan Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ini 17 Agustus 2021. secara virtual, mengingat saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid 19. Sekalipun demikian sama sekali tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan kegiatan tersebut, karena seluruh Pejabat tinggi dan struktural Kementerian Hukum dan HAM seluruhnya mengikuti kegiatan dimaksud mulai pejabat tinggi madya, pratama, staf ahli, staf khusus, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham beserta jajarannya diseluruh Indonesia dan seluruh UPT Pemasyarakatan se Indonesia, bahkan para kepala daerah pun ikut hadir secara virtual untuk acara penyerahan remisi umum dimaksud.

Acara penyerahan remisi umum dimulai pada pukul 14.00 wita (13.00 wib) diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kemenkumham, setelahnya acara dilanjutkan dengan persembahan tayangan highlight video nonstop 76 jam Pemasyarakatan menuju HUT RI ke 76 yang mana video tayangan dimaksud dapat dilihat di kanal youtube Humas Dirjenpas (Pas TV).

Setelah penayangan video, acara dilanjutkan dengan penyampaian laporan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga. Dalam laporannya Dirjenpas menyampaikan bahwa total penerima remisi umum dalam rangka HUT RI ke 76 lebih dari 134 ribu orang WBP. Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa pemberian remisi kepada WBP adalah bentuk apresiasi dari negara atas perubahan sikap dan perilaku baik serta disiplin dalam menjalani proses pembinaan didalam Lapas.

Usai laporan Dirjenpas acara dilanjutkan dengan agenda penyampaian sambutan perwakilan kepala daerah yang mendaulat Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo) untuk menyampaikan sambutan. Secara normatif Ganjar pranowo menyampaikan seburuk apapun masa lalu seseorang tetap memiliki hak atas masa depan yang baik, sepanjang yang bersangkutan memiliki keinginan yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik. Terkait hal ini, Ganjar menceritakan kisah seorang mantan napi terorisme yang telah sadar dan kini menjalani hidup sebagai penjual soto dan bahkan setiap hari Jumat memberikan soto dagangannya kepada masyarakat sekitar secara gratis.

Sebagai keynote speaker yang paling ditunggu adalah Sang Menteri Hukum dan HAM (Yasona H Laoly) yang selanjutnya menyampaikan sambutan. Yasona memulai sambutannya dengan salam khas “nusantara” (Assalamualaikum wr. wb, salam sejahtera, syaloom, oom swastiastu, namo budhayah, salam kebajikan). Secara umum dalam sambutannya menteri yang selalu tampil enerjik itu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh WBP yang mendapatkan remisi. Yasona juga berpesan kepada WBP agar secara sungguh-sungguh mengikuti semua program pembinaan, mengevaluasi dan merubah diri untuk menjadi lebih baik. Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada WBP yang mendapatkan remisi dan langsung bebas agar benar-benar menginternalisasi nilai-nilai baik yang didapatkan selama pembinaan didalam lapas dan rutan, menjadi insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum dan menjadi warga negara yang berguna bagi bangsa dan negara.

Usai menyampaikan pesan-pesan terkait WBP dan remisi, Yasona juga menyampaikan informasi terkait kebijakan pemerintah dimasa pandemi termasuk kebijakan PPKM. Menurutnya kebijakan PPKM adalah sesuatu yang harus diambil mengingat angka penyebaran covid 19 mengalami lonjakan signifikan sehingga pemerintah perlu mengambil langkah strategis yang diantaranya adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Yasona Laoly juga menyadari bahwa kebijakan PPKM tersebut tentu memiliki dampak, terutama dampak sosial ekonomi, karenanya sebagai bagian dari pemerintah Kementerian Hukum dan HAM memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada 46.614 kepala rumah tangga melalui pogram Kumham Peduli Kumham Berbagi. sebagai bagian akhir dari pidatonya Yasona menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa mematuhi prokes, dan bahu membahu menghentikan penyebaran Covid 19.

Sementara itu, seluruh jajaran Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim dan UPT Pemasyarakatan dilingkungan Kanwil Kemenkumham Kaltim mengikuti pelaksanaan penyerahan remisi umum tersebut secara virtual di Lapas Kelas IIA Samarinda dan penyerahan SK Remisi kepada WBP di lakukan oleh Asisten I Pemprov Kaltim selaku yang mewakili Gubernur Kaltim dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim didampingi Pejabat Struktural Kanwil Kemenkumham Kaltim dan Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda.

Asisten I Pemprov Kaltim saat diwawancarai oleh awak media menyatakan bahwa ia berharap dengan remisi ini dapat menjadi motivasi untuk para WBP sehingga bisa menjadi semakin baik kedepan. Senada dengan Asisten I, Kakanwil Kemenkumham Kaltim (Sofyan) juga mengatakan, bahwa dirinya sebagai Kakanwil sekaligus penanggung jawab di wilayah sangat berharap agar seluruh petugas pemasyarakatan bisa terus memberikan pembinaan dan meningkatkannya sehingga kedepan semakin banyak WBP yang mendapatkan remisi karena telah menunjukkan kedisiplinan, ketertiban dan perubahan sikap serta perilaku kearah yang lebih baik. dilain pihak Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda (M. Ilham Agung Setyawan) menyatakan, bahwa dirinya bersama jajaran sebagai pelaksana teknis pembinaan tentu melihat apa yang disampaikan Kakanwil Kemenkumham dan Asisten I Pemprov Kaltim adalah sebagai motivasi dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya.