Karutan Labuhan Deli Gagal Mencegah Barang Larangan ke Dalam Rutan

0
311

Medan, NAWACITAPOST Beberapa bulan lalu di Rutan Kelas 1 Labuhan Deli, Medan, Sumatera Utara sempat ditemukan sejumlah barang yang dilarang digunakan dalam rutan.

Tak hanya itu, dalam Razia tersebut, Kepala Rutan Kelas 1 Labuhan Deli, Nimrot Sihotang mendapatkan satu orang narapidana positif menggunakan narkoba jenis sabu saat dilakukan tes urine.

Terkait ditemukannya sejumlah barang bukti yaitu, handphone, senjata tajam milik narapidana membuat kinerja Rutan Kelas 1 Labuhan Deli menjadi sorotan publik.
Meskipun pada umumnya kemajuan dalam kinerja  yang dilakukan Ditjen PAS sangat signifikan, namun ada saja beberapa UPT yang masih tidak disiplin.

Namun , bila melihat kejadian ini membuktikan kelalaian sedikit dari seluruh UPT yang lain. Dengan begitu, maka akan menggangu kerja keras Ditjen PAS yang sedang menjadikan lapas dan rutan lebih baik.

Bahkan dengan ditemukan sejumlah barang bukti di dalam Rutan Kelas 1 labuhan Deli beberapa waktu lalu itu harus menjadi pelajaran bagi Kalapas Kelas 1 Labuhan Deli dalam melakukan evaluasi.

Jika melihat kasus yang terjadi tersebut, terkesan bahwa kinerja di Lapas Labuhan Deli , Medan lalai dari SOP yang telah ditetapak.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Menkumham) Yasonna Laoly selalu meminta jajarannya meningkatkan kinerja untuk menghadapi seluruh tantangan dan menyelesaikan pekerjaan rumah pada tahun 2021, dan tetap menjaga integritas.

Bahkan Yasonna meminta agar seluruh rutan dan lapas bersih dari barang larangan dan narkoba di dalam lapas.

Yasonna juga meminta agar petugas lembaga permasyarakatan (lapas ) maupun rumah tahanan (rutan) tidak bermain-main dan menyalahgunakan wewenangan . Bahkan Pria asal Nias ini akan memberi sanksi hukuman disiplin hingga pemecatan kepada pihak yang bermain-main.

Hal lain juga selalu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga, meminta seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk meningkatkan prestasi kinerja di tahun 2021. Caranya dengan bekerja lebih keras dan memperkuat sinergi guna mewujudkan visi dan misi Presiden yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemkumham, Reynhard Silitonga, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya bersama Gerakan Anti Narkoba dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan lembaga hukum di wilayah Rutan dan Lapas d Sumut.

“Apel Besar ini sebagai wujud sinergisitas dan komitmen antar lini pemerintah, baik Kemkumham, Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pemberantasan narkoba,” tegas Reynhard.

Menyoal masih banyaknya kasus narkotika yang digerakkan dari dalam lapas, Reynhard mengungkapkan, pihaknya tak akan pandang bulu terhadap pelaku baik dari sipil maupun petugas lapas yang masih mencoba-coba berada dalam lingkaran jaringan narkoba.

“Siapapun pelakunya maka itu harus dipidana, apalagi ada keterlibatan petugas lapasnya, pasti kita akan tindak tegas,” tandas Reynhard.

Kerja keras juga dilakukan Kanwil Sumut dalam menindak peredaran narkoba dan barang larangan yang masuk ke dalam rutan dan lapas di Sumatera Utara.(tim).