Vaksin Dosis Dua Molor, Begini ulasan Reni Astuti Pimpinan DPRD Surabaya

0
183
Vaksin Dosis Dua Molor, Begini ulasan Reni Astuti Pimpinan DPRD Surabaya

SURABAYA – Wakil ketua DPRD kota Surabaya, Reni Astuti angkat bicara terkait adanya beberapa pembatalan jadwal vaksin sinovac dosis 2. ” Beberapa warga wadul ke saya, baik lewat sosmed, maupun langsung menghubungi WA (whatsapp, red), Mereka sudah datang ke puskesmas, vaksin sinovac dosis 2 jatuh tempo tapi vaksinnya belum ada,” terang Reni, 4 Agustus 2021, di Surabaya.

Di satu sisi, antusias warga melakukan vaksin dosis 2 sudah sangat tinggi, namun di sisi yang lain meski jadwal sudah ada ternyata vaksin masih kosong.

” Kita di DPRD terus mendorong pemerintah kota agar berkoordinasi dengan kemenkes dan pemprov (Jawa Timur, red) agar secepatnya agar droping vaksin ke surabaya bisa di percepat,” tutur Reni.

Beberapa waktu yang lalu, kita mendapat informasi dari dinkes bahwa vaksin sudah turun tetapi jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan warga yang sudah jatuh tempo untuk dosis 2. Dari yang sudah ada itu, langsung didistribusikan ke puskesmas-puskesmas.

” Seperti tadi pagi saya memantau di puskesmas kebonsari, beberapa warga sudah melakukan vaksin dosis 2 dilaksanakan sesuai prokes dan tidak ada kerumunan. Tidak seperti hari kemarin ada kerumunan karena antusias warga yang mengantri meski belum ada jadwalnya. Mungkin mereka saking semangatnya,” kata Reni Astuti.

Baca Juga :

 

Puskesmas Kebonsari sendiri melayani 4 kelurahan yaitu kelurahan Jambangan, Karah, Pagesangan, dan Kebonsari. ” Tadi dijadwal, untuk yang pagi Karah, kemudian Kebonsari, Jambangan lalu Pagesangan,” katanya.

” Relatif tertib, melalui WA ( whatsapp, red), warga yang paling dulu jatuh temponya itulah yang dikontak lebih dulu disesuaikan dengan kuota vaksin,” tambah Reni.

Yang banyak bertanya adalah warga yang telah mengikuti Vaksinasi dosis pertama di GOR Tambaksari. ” Kita tahu vaksinasi di GOR Tambaksari selama enam hari awal juli lalu, jumlah ada 150.000 orang yang tervaksin. Artinya kita butuh vaksin untuk mereka minimal 150.000,” ungkapnya.

Baca juga :

 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menjelaskan, saat ini kisaran yang sudah jatuh tempo vaksin 2 sekitar 500.000.

Di puskesmas, hanya melayani mereka yang dudah melakukan vaksin dosis 1 di puskesmas tersebut. sedang yang di GOR Tambaksari bertanya-tanya mau vaksin dimana.

” Saya melihat pemerintah kota (surabaya, red), Dinas kesehatan sudah mengajukan dan mengupayakan, tapi karena mungkin stok vaksin di kemenkes belum siap atau bagaimana. Tentunya kita terus berharap agar Pemkot pro aktif dan semoga tidak lama lagi stok vaksin dosis 2 bisa sampai di Surabaya. Dan kalau sudah ada, kita juga berharap pihak provinsi dapat bisa mendistribusikan sesuai dengan kebutuhan jumlah yang ada di Surabaya. Karena di Surabaya ini cepat, artinya percepatan vaksinasinya jalan. Nah ini harus disupport dengan stok vaksin yang cepat,” terang Reni kembali.

Pertanyaan-pertanyaan warga, Reni mengira itu hal yang biasa. ” Warga kawatir, kalau telat lama bagaimana. Dengan adanya kepastian, warga yang menungu-nunggu ini bisa lebih nyaman, lebih tenang, dan vaksin bisa segera tersampaikan untuk warga Surabaya,” ucap Reni mengakhiri. (BNW)