Jakarta, NAWACITAPOST – Dua Belas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang sujud syukur setelah mendapatkan Asimilasi di rumah pada Selasa (03/08/2021). Mereka mendapatkan Asimilasi di rumah berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Coronavirus disease (COVID-19).

Program Asimilasi di rumah adalah sebuah solusi yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dalam mengatasi penyebaran COVID-19 di dalam lapas dan rutan serta mengatasi overcrowded hunian di dalam lapas dan rutan.

Tonny Nainggolan selaku Kepala Lapas Kelas I Cipinang berpesan kepada Warga Binaan yang bebas Asimilasi bahwa program Asimilasi di rumah ini bukanlah bebas sepenuhnya, namun ada syarat dan ketentuan yang wajib diketahui bahwa mereka menjalani sisa masa hukumannya di rumah dengan pengawasan Balai Pemasyarakatan, Kepolisian, dan masyarakat.

“Jangan berbuat tindakan yang melanggar hukum dan meresahkan di tengah-tengah masyarakat di masa pandemi saat ini,” tegasnya.

Boy G Sagara selaku Kasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas I Cipinang menyampaikan bahwa proses pengurusan asimilasi yang dilaksanakan dari awal hingga saat ini tidak dikenakan biaya.

“Kami sampaikan dalam kegiatan ini (Asimilasi dirumah), tidak dikenakan biaya jika ada petugas atau oknum yang mengatasnamakan instansi meminta (biaya) maka akan kamu proses dan tindak tegas.” tutupnya.

Disamping itu, salah satu WBP mengaku berterimakasih atas keputusan yang diberikan untuk asimilasi di rumah, selain mendapat keringanan proses juga mudah dan gratis.

“Saya berterima kasih kepada Lapas Kelas I Cipinang serta Kementerian Hukum dan HAM, sehingga saya bisa mengikuti program Asimilasi di rumah. Alhamdulillah, selama proses pengurusan saya tidak dipungut biaya (gratis) dan tentunya saya akan menjaga diri baik-baik agar dapat diterima di kalangan masyarakat dan tidak akan berhubungan dengan hukum lagi. Masa pidana kemarin sudah membuat saya jera,” ucap salah satu WBP, Dendi Rizkiawan.

Baca juga :  Musda HIMNI Jawa Barat, Yusman Ziliwu Vs Januar Sabar Zebua Layak Berkompetisi di Pilkada Gunungsitoli 2024