PSHT Cabang Siak Pusat Madiun Gelar Pendadaran di Ranting Kotogasib

0
150

Siak, NAWACITAPOSTSebelum resmi di sahkan sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) siswa diwajibkan mengikuti rentetan kegiatan yang di selenggarakan organisasi, salah satunya Pendadaran. 120 orang siswa ikuti Pendadaran se cabang Siak, dan diantaranya 106 hadir di Pendadaran yang digelar di Rayon Empang Pandan Ranting Kotogasib Cabang Siak. Minggu (1/8/2021).

Adapun pengurus yang hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Dewan Mas Budi Sunyoto yang juga merupakan Warga Tingkat II, Sekretaris Cabang Siak Agus Purnomo yang juga menjabat Sekretaris IPSI Kabupaten Siak, ketua Ranting secabang Siak, dan Ratusan Warga serta pengurus.

Dalam Pendadaran itu di seluruh siswa Jalan dan berlari sejauh 2 km, masuk ke Parit lalu dikumpulkan dilapangan untuk melakukan gerakan persamaan jurus, senam. Selanjutnya para siswa yang beda Ranting tes Sambung (Tarung) untuk mempraktekan materi yang telah diberikan para pelatih masing-masing. Terakhir siswa kembali dikumpulkan untuk mendapatkan wejangan (nasehat) dari Pengurus organisasi serta warga Tingkat II.

Agus Purnomo mewakili ketua Cabang menyampaikan kepada siswa untuk bisa menjaga kesehatan sampai di wisuda (disahkan) jadi warga PSHT Pusat Madiun.

“Kami minta kepada adik-adik dan saudara saudari bisa menjaga kesehatan sampai wisuda atau pengesahan, kalau alami sakit langsung komunikasi ke pelatih masing-masing,” ujar Agus.

Lanjut Agus Purnomo, ia juga mengungkapkan bahwa PSHT itu berpusat di Madiun ketua umumnya Kang Mas Murdjoko tidak ada yang lain.

“Adik-adik jangan sampai terhasut bila ada mendengar PSHT pusatnya di tempat lain, PSHT itu pusat nya di Madiun tidak ada tempat yang lain dengan ketua umumnya mas Murdjoko,” kata Agus.

Dikesempatan yang sama Mas Budi Sunyoto dalam nasehatnya mengatakan bahwa para siswa calon Warga harus menjaga nama baik organisasi.

“Saya minta adik-adik bisa menjaga nama baik PSHT, dengan menjauhi perbuatan diantaranya, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, menghormati orang tua, menghormati guru, tidak main Narkoba, merusak pagar ayu, dan menjaga etika,” kata Budi.

Ditambahkan Budi, dua tahap lagi siswa akan sah jadi warga PSHT, untuk itu harus dipersiapkan semua persyaratan yang telah di sampaikan.

“Minggu depan kita sudah tes Ayam, lanjut selamatan dan pengesahan, jadi adik-adik nanti harus siap saat mengikuti,” sebut Budi.

Acara yang di mulai sekitar pukul 10 pagi itu berakhir pukul 16:00 seluruh para siswa kembali ke rumah masing-masing.

(Sokhiaro Halawa)