Ketua Satgas dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Isoman Terpusat Asrama Haji Donohudan

0
204
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito (kanan) saat berkoordinasi di sela peninjauan tempat isolasi terpusat pasien COVID-19 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (25/7).

Boyolali, NAWACITAPOSTKetua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito mendampingi Panglima TNI dalam peninjauan tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (25/7).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (dua kiri) bersama rombongan saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (25/7

Kunjungan kerja ke tempat isolasi yang menampung pasien COVID-19 tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan dari Solo Raya dan beberapa wilayah di Jawa Tengah itu merupakan kali kedua yang dilakukan Panglima TNI dan Ketua Satgas.

Adapun tujuannya, selain ingin memastikan penanganan pasien COVID-19 berjalan dengan baik, peninjauan tersebut dilakukan juga untuk menjamin pendistribusian obat-obatan penunjang pemulihan pasien COVID-19 dapat terlaksana dan terpenuhi.

“Obat-obatan sudah diberikan ya. Aman ya,” terang Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Di samping itu, kegiatan tersebut sekaligus juga menjadi bukti bahwa negara selalu hadir untuk memberikan perlindungan terbaik bagi warga negaranya.

“Ini adalah wujud bagaimana negara ini hadir untuk membantu, melindungi dan menjamin keselamatan masyarakat,” ujar Panglima TNI.

Pesan Getok Tular

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga meminta para pasien OTG yang tengah menjalani perawatan dapat menyampaikan pesan secara ‘getok tular’, atau menyampaikan pesan berantai kepada kolega lainnya yang kebetulan menjalani isolasi mandiri di rumah dan bergejala ringan, agar kemudian bersedia dirawat di Asrama Haji Donohudan.

Selain bertujuan untuk lebih menjamin keselamatan dan kesehatan, perawatan intensif di tempat isolasi terpusat juga dapat mencegah dan menekan angka kasus fatality rate.

“Sampaikan ke temen-temennya. Kalau ada yang bergejala dari hasil swab PCR atau antigen, wis ke sini saja. Ya seperti itu. Getok Tular seperti itu. Disampaikan,” kata Panglima TNI.

Adapun guna mengantisipasi hal tersebut, Panglima juga telah meminta agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dibantu Dinas Kesehatan setempat bersama unsur Forkopimda selalu mengontrol secara rutin bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sehingga pasien dapat tertangani dengan baik dan angka kematian akibat COVID-19 dapat ditekan.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Provinsi Jawa Tengah per Minggu (25/7), jumlah akumulasi pasien yang pernah dirawat di Asrama Haji Donohudan telah mencapai 4.773 orang, pasien pulang ada sebanyak 4.413 orang dan yang dirujuk 74 orang.

Adapun kapasitas tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan adalah sebanyak 684 di Gedung Makkah. Saat ini ada sebanyak 286 orang yang sedang menjalani perawatan.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mengembangkan Gedung Madinah di Asrama Haji Donohudan sebagai RS Darurat COVID-19 yang didukung oleh Kementerian PUPR dan sebagai pengampunya adalah dari Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Saat ini pengerjaan tersebut sudah berjalan selama satu minggu dengan target penyelesaian sampai akhir Juli 2021.

(Kornelius Wau)