Jakarta, NAWACITAPOSTSongket Melayu Batubara adalah salah satu warisan budaya Sumatera Utara yang bahkan sampai dengan saat ini, masih lestari dikreasikan. Masyarakat Kabupaten Batubara sadar betul dengan warisan turun temurun sebagai identitas bangsa Melayu yang perlu dipertanggungjawabkan ke depannya.

Di Kabupaten Batubara sendiri ada salah satu kampung yang digagas menjadi sentra Songket Melayu Batubara, yakni Kampung Panjang, Kecamatan Talawi. Lebih dari 300 pengrajin Songket Batubara dapat ditemui di sana dengan berbagai varian corak dan kualitas tenunnya.

Berdasarkan hal tersebut Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara (KUSUMA) yang diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Purwanto, Kabid Pelayanan Hukum Flora Nainggolan, Kasubbid Pelayanan KI Berkat Elhan Harefa beserta Tim Pelaksana layanan KI, melakukan pendampingan pendaftaran permohonan Indikasi Geografis Songket Batubara yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Bupati Batibara.

Kehadiran Tim KUSUMA diterima langsung oleh Bupati Batubara Bapak Ir. H. Zahir, M.AP dan Beberapa OPD, kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua MPIG Provinsi Sumatera Utara Bapak Ludianto Manik. Bupati Batubara sangat mengapresiasi dengan baik kehadiran Tim KUSUMA.

Dengan dilaksanakannya pendampingan pendaftaran indikasi geografis ini, diharapkan Songket Batubara akan segera mendapatkan sertifikasi berupa label nama dan proteksi hak indikasi geografis Kabupaten Batubara yang akan terdaftar di dalam pusat data indikasi geografis, sehingga produknya bisa dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Bupati berharap, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan tindak lanjutnya segera dilaksanakan dikarenakan dengan kesuksesan pendampingan pendaftaran Indikasi Geografis Songket Batubara, reputasi Kabupaten Batubara akan ikut terangkat, selain itu Indikasi Geografis juga dapat melestarikan pengetahuan tradisional, hal ini tentunya akan berdampak pada pengembangan wisata yang tentu saja dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca juga :  Bahagia Dachi: Jangan ada Ono Niha yang meninggal Karena Tidak Makan

(Kornelius Wau)