Foto : Gereja di Aceh Singkil (Dokumen Forum Cinta Damai Aceh Singkil (Forcidas))

Jakarta, NAWACITAPOSTRamai di media sosial mengenai sejumlah foto gereja beratap terpal di Kabupaten Aceh Singkil. Berdasarkan foto yang beredar, sejumlah jemaat tampak beribadah di bawah tenda terpal di area perkebunan sawit. Gereja itu tidak memiliki dinding serta berlantai tanah.

Didirikannya gereja tanpa dinding ini setelah empat tahun setelah pembongkaran gereja pada 13 Oktober 2015 oleh salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Provinsi Aceh. Gereja HKI Suka Makmur, dan beberapa gereja lain di Aceh Singil yang dilakukan pembongkaran dan pembakaran itu dianggap tak memiliki izin.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Singkil Saifuddin mengatakan bahwa izin pendirian rumah ibadah dikeluarkan pemerintah mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) menteri. Syarat jemaah dan pendukung lain dalam rumah ibadah itu diatur dalam surat keputuan menteri setempat.

“Di samping itu, terkait jumlah rumah ibadah di Aceh Singkil sudah perjanjian yang sudah sangat lama antara tokoh-tokoh semua agama. Bila mengacu ke perjanjian tersebut, di Singkil hanya terdapat 1 gereja dan 4 undung-undung,” kata Saifuddin kepada media, Rabu (14/07/2021).

“Namun kondisi saat ini jumlahnya sudah jauh melebihi batas perjanjian tersebut. Kalau saya nggak salah sudah ada sekitar 20-an rumah ibadah,” sambungnya.

Pemerintah mengeluarkan izin pendirian rumah ibadah jika seluruh syarat terpenuhi. Harapannya seluruh umat beragama bisa beribadah dengan nyaman di kota Aceh.

“Kami dari pihak Kemenag juga tidak ingin melihat saudara-saudara kami beribadah dalam kondisi seperti di foto tersebut. Karena di mata kami, kita semua sama sebagai hamba tuhan dengan kewajiban beribadah kepada tuhannya sesuai keyakinan masing-masing dan itu juga dilindungi undang-undang,” sebut Saifuddin.

Saifuddin menyatakan bahwa toleransi umat beragama di Aceh Singkil sangatlah baik. Ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memiliki Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) sebagai media untuk menyelesaikan permasalahan antar umat beragama di Aceh.

Baca juga :  BNPB Dampingi Fase Tanggap Darurat Bencana Gempabumi M 7,4 di Kabupaten Kepulauan Selayar

Kementerian Agama (Kemenag) menyinggung perjanjian antar-tokoh agama terkait pendirian rumah ibadah.