Camelia Habiba, anggota Fraksi PKB DPRD Surabaya (Hazmat Hitam), saat di makam Keputih.

Surabaya NAWACITAPOST – SeIring dengan meningkatnya angka kematian akibat Covid-19, keberadaan Modin untuk Pemulasaran Jenazah Covid menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Meski sudah banyak Relawan yang direkrut oleh Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, namun tidaklah gampang mencari seorang Modin perempuan dengan keahlian dan persyaratan tertentu, terutama untuk Pemulasaran Jenazah Covid perempuan.

Hal inipun ditanggapi serius oleh Camelia Habiba Sebagai ketua Fatayat NU (FNU) Surabaya. Selain menggerakkan Kadernya, Habiba bersama Fauziyah Bidang Dakwah, Ainul Ketua FNU Ranting Menur dan Hj Zuhriyah Wakil Bendahara PC FNU Surabaya, turun langsung menghibahkan dirinya untuk menjadi Relawan Pemulasaran Jenazah Covid di Makam Keputih.

Selain menjadi Relawan, wakil ketua komisi A DPRD kota Surabaya ini juga memberikan bantuan perlengkapan untuk sarana merawat jenazah, karena disana sangat kekurangan seperti Gunting, Lakban Serta Masker.

” Karena Kantor DPRD WFH (Work from Home, red) selama PPKM, saya menghibahkan tenaga saya untuk membantu tim pemulasaran jenazah, yang kewalahan mencari Modin Perempuan,” ucap Habiba, melalui sambungan selularnya, Selasa (6/7/21).

Saking banyaknya jenazah covid (di makam khusus Covid Keputih, red), banyak Modin yang bertugas disini kecapekan hingga mereka harus istirahat karena sakit, tambahnya.

” Dalam sehari, rata-rata 20 puluh jenazah perempuan yang harus ditangani. Penanganan terhadap jenazah pasien Covid-19 meliputi pensucian atau memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga mengantarkan ke pemakaman,” ungkapnya.

Politisi PKB ini mengaku, selama ini seluruh relawan Fatayat NU sudah mengikuti pembekalan dan pelatihan dari beberapa pihak yang berkompeten dalam hal ini.

” Dengan Cinta, kami siap hibahkan diri,” kata Camelia Habiba. (BNW)

Baca juga :  Kabirowai Kemenkumham Beri Penguatan Panitia Daerah Penerimaan Taruna/Taruni POLTEKIM/POLTEKIP