Jakarta, NAWACITAPOST – Epyardi Asda selaku Bupati Solok Sumatera Barat, mengamuk di Puskesmas Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Dia kesal karena pihak puskesmas tidak memberikan pelayanan kepada korban kecelakaan dengan alasan jam layanan unit gawat darurat (UGD) sudah tutup.

Pada Sabtu (12/06), Epyardi melakukan sidak ke puskesmas tersebut. Epyardi melihat pukul 17.00 WIB UGD puskesmas telah tutup. Kepala Puskesmas Tanjung Bingkung, Yuliarni menjelaskan bahwa hal itu sudah sesuai dengan kesepakatan sejumlah staf puskesmas bahwa hanya bekerja sesuai dengan jam kerja. Kondisi itulah yang membuat Epyardi marah.

“Apa-apaan kalian ini. Di mana-mana di dunia, UGD itu buka 24 jam. Jangan kah hari biasa. Hari Sabtu-Minggu pun harus ada yang stand by. Saya sudah bilang, minimal empat orang harus standby,” kata Epyardi.

Amukan Epyardi tak berhenti sampai di situ. Dia juga merobek-robek surat kesepakatan bersama tersebut dan melemparkannya ke lantai.

“Saya kesal betul. Orang yang kecelakaan itu terbaring di puskesmas, lalu mencoba ketuk pintu UGD. Ada bidan, tapi menolak melayani. Alasannya di luar jam dinas dia,” ucapnya.

Epyardi berjanji menindak tegas seluruh staf yang ada di Puskesmas Bingkung. Dengan perilaku seperti itu, mereka dianggap tak layak menjadi ASN.

“Dan saya sebagai bupati mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Solok, khususnya atas pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas Tanjung Bingkuang. Insya Allah ini tak terjadi lagi, saya sudah perintahkan Kabag Pemerintahan untuk menjadi bahan pertimbangan memberikan mereka sanksi yang tegas pada kasus ini,” lanjutnya.

Baca juga :  Terapkan Disiplin dan Penegakan Prokes Covid-19, Polres Tapsel Operasi Yustisi di Jalinsum - Angkola Timur