Covid Surabaya Melonjak, Reni Astuti “Gercep” Gali Informasi di Tiga Kelurahan

0
73
Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi PKS, Reni Astuti

Surabaya NAWACITAPOST – Melonjaknya kasus positif Covid-19 menjadi perhatian serius bagi Wakil ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti.

Sesuai data statistik laman lawancovid-19.surabaya.go.id, bulan juni hingga tanggal 23 hari ini, angka meninggal karena Covid bertambah 13 orang. Dan secara komulatif sudah mencapai 1.386 orang di Surabaya sejak adanya pandemi.

Terkait hal ini, Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini langsung berinisiatif meninjau langsung ke wilayah kelurahan yang terdiaknosa adanya lonjakan penderita COVID-19 yakni di kelurahan Pacar Keling Tambaksari, Putat Jaya Swahan dan Dukuh Pakis, Rabu (23/6/21). Hal ini dilakukannya untuk menggali informasi bagaimana dan sejauh mana penularannya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti saat menggali informasi Covid kepada Lurah Putat Jaya Sawahan, Bryan Ibnu M, bersama staf, Rabu, (23/6/21)

Selain itu, Reni juga ingin mengetahui proses berjalannya PPKM Mikro mulai tingkat RT, RW, hingga Kelurahan, sekaligus memastikan kondisi warga yang terpapar, apakah sudah mendapat perhatian dari pemerintah kota.

Ditemui awak media di kantor kelurahan dukuh pakis, Reni Astuti berharap angka ini tidak terus melonjak. Untuk itu ia terus mendorong agar pemerintah kota Surabaya memperkuat penanganan dari sisi hulu yaitu masyarakat berskala mikro, hingga disisi hilir. Tentunya dengan 3T, yaitu testing atau pemeriksaan dini, tracing atau pelacakan, dan treatment atau perawatan.

Secara umum, Reni melihat, PPKM mikro di kelurahan-keluran ini masih ada dan berjalan, utamanya pada sisi penanganan.

” Artinya, ketika ada warga yang terkonfirmasi terpapar, notifikasinya akan cepat sampai ke kelurahan, dan segera dilakukan tracing di kontak erat, diisolasi, dibantu, dan didampingi. Dan kalau memang butuh rumah sakit akan diupayakan untuk bisa dirawat, meskipun saat ini tidak gampang mendapat kamar dirumah sakit,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti saat menggali informasi Covid kepada Lurah Dukuh Pakis, Hudaya, bersama staf, Rabu, (23/6/21)

Penanganan ini, kata Reni relatif sudah baik. Namun yang perlu ditingkatkan adalah penguatan disiplin protokol kesehatan ditengah masyarakat.

” Kita tidak boleh bosan bosan untuk terus mengingatkan dan jangan sampai saat kita lengah sehingga angka terpapar Covid semakin melonjak,” tuturnya.

Dari informasi tiga kelurahan yang dikunjunginya, Reni melihat, kasus bermula bukan dari penularan diwilayah tersebut.

Ia mencontohkan di Pacar Keling. Pada satu rumah, yang kena sebanyak enam orang. Kelihatannya banyak, tapi itu satu rumah yang berawal dari tempat kerja.

” Salah satu anggota keluarga bekerja di rumah sakit, terkena dan menularkan ke keluarga yang lain. Begitu juga yang terjadi di Putat Jaya dan Dukuh Pakis,” katanya.

Oleh karena itu, Reni meminta, Pemerintah Kota harus lebih perhatian terhadap kluster perkantoran dan perniagaan. (BNW)