Polres Pekalongan Kota dan Satgas Covid 19 Tindak Tegas Kegiatan Timbulkan Kerumunan

0
220
Foto : Operasi Yustisi

Pekalongan, NAWACITAPOST – Operasi (Ops.) Yustisi Gabungan Polres Pekalongan Kota dan Kodim 0710 Pekalongan  bersama Forkopimda menindak tegas kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Tak lain dalam rangka penanganan untuk memutus mata rantai Covid 19 di wilayah Kota Pekalongan. Yang mana tentunya sebagai upaya pengendalian Covid 19 di Kota Pekalongan. Penindakan tegas dilakukan rutin, termasuk yang dilakukan pada (14/06/2021).

Foto : Ops. Yustisi

Operasi dipimpin oleh Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE. (Aaf) didampingi Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto, SIk.SH.MH., Komandan Kodim 0710 Pekalongan  Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan SIP., Kasat Pol PP Dr. Sri Budi Santoso, Ka Dinkes Dr. Slamet Budiyanto, SKM.M.Kes., Ka Kesbangpol Sukirno, S.S.T.P, Ka BPBD Saminta , Ka Polsek Selatan dan Anggota Polres yang tersprin dengan dibagi 5 regu.

BACA JUGA: Kisah Cinta Menkumham Yasonna Laoly Diketik Terakhir Kepergian Istri

Sebagai dasar dalam operasi ini yaitu sesuai dengan Undang – Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lalu juga sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19. Kemudian juga sesuai dengan STR Kapolda Jateng No: STR/785/VIII/KES.7./2020 tanggal 25 Agustus 2020 tetang Peningkatan Pendisiplinan Masyarakat dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid 19 yang Semakin Luas.

Foto : Ops. Yustisi

Tak ketinggalan juga sesuai dengan Surat Edaran Walikota No 443/001/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian penyebaran Covid 19. Sasaran dalam Ops. Yustisi semalam adalah Ponpes Salafiyah Syafi’i Akrom Kecamatan Pekalongan Selatan, Alun – Alun Warung – Warung Kopi dan Angkringan yang diduga menimbulkan kerumunan massa. Kapolres Pekalongan Kota mengatakan bahwa beberapa area yang menimbulkan kerumunan untuk kegiatannya akan ditindak tegas.

Foto : Ops. Yustisi

“Ponpes dalam rangka Haflah Akhirukhasanah Ponpes Syafi’i Akrom, Alun – Alun, Warung dan Angkringan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat yang disinyalir menjadi cluster penularan Covid 19. Maka langkah kita lakukan pembubaran masyarakat dan memberikan imbauan yang berkerumun dan dilakukan pemeriksaan Swab Massal Antigen. Sementara (reaktif) jumlah 31 santri dengan rincian 26 santriwati dan 5 santriwan, terhadap para pengurus Pondok. Santri sekitar 600 orang yang mengikuti Swab hingga hari ini Selasa (15/06/2021),” ujar Kapolres. Dia juga berpesan untuk anggota tetap waspada dan jaga kesehatan masing – masing dan semoga pandemi ini segera selesai. (Kasubbag Humas/Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)