Foto : Lomba Duta Genre

Pekalongan, NAWACITAPOST – Banyaknya permasalahan remaja yang ada di Kota Pekalongan. Sehingga terlaksana lomba Duta Generasi Berencana (Genre) di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan. Dalam lomba, dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE. (Aaf) bersama istri Hj. Inggit Soraya, SSn. didampingi Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Pekalongan Budiyanto bersama jajaran. Lomba itu ditujukan bagi para remaja atau milenial baik kalangan pelajar hingga mahasiswa. Lalu Aaf dinobatkan sebagai Ayah Genre dan Inggit sebagai Bunda Genre.

Foto : Lomba Duta Genre

Wali Kota Pekalongan mengatakan pada (12/06/2021). Bahwa ini sudah memasuki grand final. “Ya ini pemilihan duta genre. Ini adalah duta generasi berencana. Ya ini dari remaja ya. Jadi bisa pelajar, bisa mahasiswa yang masuk dalam kriteria remaja. Alhamdulillah pada siang hari ini grand finalnya dan sudah diumumkan tadi untuk pemenangnya. Ini untuk bagaimana juga mereka duta genre ini bisa mensosialisasikan dan bisa mengajak bersama – sama para remaja. Terutama untuk edukasi pernikahan dini, edukasi seks diluar nikah, edukasi narkoba terutama di Kota Pekalongan ini yang masih sangat luar biasa,” jelasnya.

Foto : Lomba Duta Genre

“Harapannya ini kita bina para finalis – finalis ini yang nantinya bisa mengajak lingkungan, teman, sahabatnya untuk bersama – sama untuk mencegah pernikahan dini, mencegah seks pra nikah, mencegah untuk pemakaian narkoba. Itu tadi generasi berencana itu mempunyai tugas diantaranya itu. Tetapi ini tidak menutup kemungkinan juga untuk kita edukasi tugas yang lain. Terutama untuk posisi stunting di kita yang masih banyak. Mereka juga mungkin gizi buruk di Kota Pekalongan juga masih banyak,” ungkap Aaf.

Foto : Lomba Duta Genre

Aaf juga menjelaskan bahwa dia bersama jajaran Pemerintah Kota dan Dinas terkait mengajak untuk para finalis bisa mengedukasi untuk hal – hal utama semacam itu. “Kita juga akan mengajak mereka bagaimana edukasi untuk sekolah masih non tatap muka seperti ini. Tetapi juga pendampingan selama setahun ini bagaimana? Bagaimana untuk program – program mereka juga biar bisa berjalan terus? Nah ini harus ada pendampingan dari Pemerintah melalui Dinas terkait,” tandasnya.

Baca juga :  Wali Kota Sibolga : Kota Sibolga Turun Ke Level 2, Tetap Patuhi Prokes dan Ayo Vaksin
Foto : Lomba Duta Genre

Lalu, istri Aaf pun menyampaikan harapan akan tujuan diadakan lomba Genre. “Harapannya tujuan diadakan lomba duta genre ini kalau menurut saya ini lebih untuk pembentukan karakter anak muda, generasi bangsa. Nah ini yang paling banyak permasalahan justru ini anak – anak remaja. Dan saya mungkin sebagai bunda genre ini memberikan motivasi sosialisasi juga kepada duta genre dan kepada masyarakat semua untuk hidup sehat. Terutama juga untuk menghindari pernikahan dini itu persiapan reproduksi atau kandungan segala macam supaya sehat. Supaya nanti juga anak – anak yang dihasilkan juga tidak stunting,” ungkapnya.

Foto : Lomba Duta Genre

“Lalu juga untuk generasi penerus juga kita lebih mempersiapkan. Tidak mengkonsumsi narkoba, tidak pergaulan bebas atau seks bebas dan tadi mempersiapkan kesehatan. Supaya tidak ada pernikahan dini. Itu salah satunya,” tukas Bunda Genre. Kemudian juga Plt. Kepala Dinas Sosial pun mengatakan bahwa final Duta Genre ada 6 pasang terpilih. “Hari ini lombanya ini ya final duta genre untuk enam pasang. Dan sudah lewat dewan juri. Akhirnya kita mendapatkan satu pasang yang juara 1 yang akan kita kirim ke provinsi untuk mengikuti lomba tingkat provinsi,” jelasnya.

Foto : Lomba Duta Genre

“Setelah mungkin nanti provinsi dan nanti akan kita siapkan yang lebih matang lagi. Mudah – mudahan nanti bisa mewakili provinsi untuk tingkat nasional. Genre itu generasi berencana yaitu para milenial. Jadi usia antara 22 sampai 25 ya diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi. Tujuannya apa? Tujuannya mereka diberi pembekalan – pembekalan, keterampilan – keterampilan. Dan lomba genre itu intinya adalah programnya keluarga berencana. Yaitu mereka diantaranya mencegah pernikahan dini, tidak ada seks bebas, napza narkoba dan sebagainya. Ini karena jumlah milenial itu lebih banyak. Yaitu dengan adanya penggelembungan jumlah milenial yaitu demografi ya,” lanjut Budiyanto.

Baca juga :  Kapolda Sumut Irjen Panca : Litiwari Iman Gea Sang Pedagang Pasar Bebas Jadi Tersangka, Beni Preman Pasar Ditetapkan Tersangka
Foto : Lomba Duta Genre

Laki – laki akrab disapa Budi pun mengungkapkan harapannya akan lomba genre ini. “Maka diharapkan nanti yang genre – genre ini memberikan penerangan, penjelasan kepada sesama sebaya. Mereka – mereka sudah dididik dan dilatih. Dan mereka akan menularkan ilmunya. Nanti kita sebelum mengikuti ke provinsi, kita nanti ada pembekalan. Baik dari rekan – rekan maupun dari para pendamping, dari dinas, dari akademisi juga kita libatkan. Mudah – mudahan nanti kekurangan – kekurangan yang mereka dapatkan bisa mereka sempurnakan. Sehingga pada waktu mengikuti di tingkat provinsi akan lebih baik. Dan mudah – mudahan mendapat juara di tingkat provinsi. Provinsi sekitar 1 bulan lagi,” katanya.

Foto : Lomba Duta Genre

“Jadi itu dikemas ya dalam prokes. Jadi kita tidak boleh mengundang banyak orang. Karena tahu sendiri, Covid masih banyak. Sehingga semua harus mengikuti prokes. Dan memang rencananya bulan depan. Tapi kalau nanti dari provinsi belum diperbolehkan oleh Gubernur, ya mungkin mundur lagi. Yang jelas tahun ini harus selesai di tingkat nasional penyelenggaraannya. TIK itu berarti untuk remaja ya, informasi dan komunikasi ya ini yang saya katakan tadi ini ada wadahnya, wadah pengurusnya,” imbuh Budiyanto.

Foto : Lomba Duta Genre

Budiyanto juga menjelaskan bahwa sudah dilakukan rembug untuk program – program pemenang lomba Genre. “Tadi sudah dirembugan. Nah pengurus itu ada kader – kadernya, yang di Unikal, STMIK, yang di masyarakat juga ada. Itu lewat kader – kader, mereka kita kasih program. Mereka memberikan semacam kaya penyuluhan – penyuluhan bersama dengan kami,” pungkasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bicara Pelemahan KPK Usai Novel Baswedan Tak Lolos, Mahfud MD Mau Jadi Presiden?