Antusias Ribuan Masyarakat Sambut Gelaran Munas III Fornisel, Prokes Membatasi, Solusinya Zoom Disiapkan

0
248

Jakarta, NAWACITAPOSTDua Minggu menjelang perhelatan Musyawarah Nasional III Forum Nias Selatan (Fornisel) pada 25 – 26 Juni 2021 di Teluk Dalam, Nias Selatan. Karena Protokol Kesehatan (Prokes), maka Keinginan ribuan masyarakat hadir di tempat Munas Fornisel dibatasi. 

Baca Juga : Peta Poltik 2024 Di Kepulauan Nias Tergambar Pada Hasil Munas III Fornisel

BANYAK yang mendaftar dan ingin hadir di lokasi acara namun panitia berketetapan hati tetap membatasi dikarenakan Prokes akibat covid-19. Namun, keinginan masyarakat bisa terobatati walaupun tidak secara tatap muka. Panitia menyiapkan sarana online melalui aplikasi zoom agar seluruh rakyat yang ingin menyaksikan dari seluruh dunia bisa terkabul.

Setelah disampaikan berulang ulang oleh panitia yang dikomandoi oleh Barugamuri Dachi akhirnya masyarakat memaklumi dan menunda pulang ke Kepulauan Nias demi menjaga kondisi kampung halaman yang relatif aman dari covid-19. Namun Barugamuri tetap mewanti-wanti panitia lokal agar terus disosialisasikan pembatasan ini.

Pasalnya, di media sosial sangat banyak yang merespon munas ini terutama setelah diberitakan minggu ini. Masyarakat beralasan selain ingin melihat saudara yang pulang dari berbagai wilayah nusantara juga ingin menyaksikan pemilihan ketua umum Fornisel. Dimata mereka ketua umum Fornisel sama dengan pemimpin ditengah tengah masyarakat Nias Selatan.

Yang jelas Munas III Fornisel,  selain memilih Ketua Umum dan kepengurusan berikut. Dikaitkan juga dengan  tahun politik (baca : tahun 2024 ada Pilkada, Pileg dan Pilpres). Yang mana kepentingan masyarakat Nias Selatan  (Nisel) di Kepulauan Nias (Kepni) serta yang  berada di perantauan, khususnya Nisel dan secara umum Kepni  bisa lebih maju. Ternyata, hal tersebut juga selaras dengan moto atau slogan Fornisel Bersama Kita Maju.

Bahkan bukan hanya itu, orang-orang hebat dan cerdas Fornisel membangun Indonesia dimanapun berada, bukan saja baru rencana, melainkan sudah dilaksanakan dan terus menyebar. Memang tak salah pengambil kebijakan di negeri ini menyebut, gaung gelaran ormas Fornisel bercorak daerah, rasa nasional semakin seksi dan menarik perhatian banyak pihak