Sosialisasi PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 Digencarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan

0
85
Foto : Sosialisasi PPDB

Pekalongan, NAWACITAPOST – Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2021/2022 Kota Pekalongan digencarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Tentunya sosialisasi ditujukan untuk tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Hal itu pun disampaikan oleh Kabid SMP Slamet Mulyadi, SST ketika ditemui Nawacitapost usai sosialisasi. Dia mengatakan pada (08/06/2021) bahwa sosialisasi akan menampung beragam masukan dari masyarakat terkait sistem pembelajaran selama masa pandemi Covid 19. Oleh karenanya ada pula sosialisasi ke Kelurahan dan Kecamatan untuk menginformasikan ke masyarakat luas akan PPDB.

Foto : Sosialisasi PPDB

“Yang pertama kita tahap sosialisasi PPDB tahun pelajaran 2021/2022 untuk tingkat Kecamatan dan Kota. Sesuai dengan tahapan, pertama kita sudah ke pengambil kebijakan di Mataram terkait dengan aturan PPDB, turunan dari Peraturan Menteri Pendidikan no. 1 tahun 2021. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat PAUD, TK, SD, SMP. Kemudian yang kedua kita sudah memberikan penjelasan sosialisasi kepada Satuan Pendidikan baik itu PAUD, TK, SD, SMP. Untuk yang ketiga ini kita ini memberikan penjelasan kepada Kecamatan dan Kelurahan di Kota Pekalongan,” papar Kabid SMP.

Foto : Sosialisasi PPDB

Kabid SMP juga menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakan sosialisasi menyeluruh adalah agar bisa menginformasikan ke semua. “Agar mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dapat menginformasikan tentang pelaksanaan PPDB di Kota Pekalongan tahun pelajaran 2021/2022. Kita selenggarakan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat pada prinsipnya. Bahwa pada tahun ini PPDB dilaksanakan secara daring dan secara luring,” imbuhnya.

Foto : Sosialisasi PPDB

“Namun juga tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ditetapkan pada kesepakatan 4 Menteri : Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri terkait dengan pembelajaran dalam masa pandemi. Kita tetap melaksanakan PPDB secara daring, secara online ataupun secara offline dan juga tetap berpedoman terhadap protokol kesehatan,” lanjut Slamet. Dia pun melihat antusias masyarakat dalam PPDB cukup tinggi.

BACA JUGA: Kepala dan Aparat Desa Hilinamazihono Klarifikasi Soal Laporan Pengaduan Dugaan Penyelewengan Kades

“Kalau lihat dari atensi masyarakat, dari peserta yang kita undang memang perhatian masyarakat sangat luas dan intens. Namun memang karena ini masih dalam tahap sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, kita masih menampung kemungkinan – kemungkinan ada masukan lebih lanjut. Namun kami dari panitia PPDB telah menyiapkan tim untuk helpdesk layanan pengguna bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait PPDB. Saat ini beberapa masyarakat telah hadir secara langsung khususnya SMP. Menanyakan pelaksanaan PPDB,” jelas Slamet.

BACA JUGA: Integritas Penyidik KPK Novel Baswedan Dipertanyakan, Aspek Penilaian TWK Negatif

Lanjut Slamet, dia pun menyampaikan akan penerapan protokol kesehatan itu menjadi aturan penting pembelajaran di masa pandemi Covid 19. “Dan kita sampaikan bahwa PPDB untuk tahun ini sesuai turunan aturan dari Permendibud no 1 tahun 2021, kita sudah ada Peraturan Wali Kota no 24 tahun 2021 tentang PPDB di Kota Pekalongan. Terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan, kita tetap mengadopsi Peraturan 4 Menteri juga kita mengacu kepada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” terangnya.

BACA JUGA: Manajemen Kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan Ada Masalah Serius?

“Harapannya, yang pertama setelah ada sosialisasi kita sudah masuk ke pengembangan sistem PPDB secara online. Yang dalam hal ini dilaksanakan dalam jenjang SMP. Jenjang SMP ada 2 sistem, sistem online dan sistem offline. Nah yang sistem online kita kerjasama dengan Perguruan Tinggi STMIK Kota Pekalongan. Kita akan melaksanakan semacam testing. Kemudian kita mendapatkan masukan dari tim untuk apapun lebih lanjut. Setelah itu baru kita launching dan pelatihan operator di SD, SMP,” tambah Kabid SMP.

Foto : Sosialisasi PPDB

Kabid SMP Dinas Pendidikan pun menambahkan bahwa adapun beberapa jalur dalam PPDB yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua atau wali dan prestasi. “Kalau untuk jalur penerimaan PPDB kita tetap sesuai dengan kebijakan Permendikbud, ada jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua atau wali dan prestasi. Jalur prestasi ini digunakan untuk PPDB tingkat SMP. Kalau TK dan SD tidak dilaksanakan jalur prestasi,” ucapnya.

Foto : Sosialisasi PPDB

“Kalau untuk presentasinya kita menunggu kebijakan Menteri untuk zonasi tingkat SD, paling sedikit 80%. Kalau untuk SMP itu 60%.  Kalau untuk afirmasi paling sedikit 15%. Untuk perpindahan tugas orang tua itu maksimal 5% dan prestasi untuk tingkat SMP itu maksimal 20%. Secara fisik tidak ada, cuma perbedaan hanya ada pada jumlah presentase saja. Kaya presentase tahun lalu, untuk SMP 60%, kita sekarang meningkat 70%,” jelas Kabid SMP.

Foto : Sosialisasi PPDB

Kabid SMP Dinas Pendidikan Slamet pun menjelaskan bahwa ada pula larangan dalam Permendikbud dalam pemberlakuan PPDB. “Di Permendikbud ada larangan menambah rombongan belajar. Terkecuali ada pengecualian. Yang pertama itu memang jumlah kuota yang tersedia belum mencukupi atau belum tersedia sarana prasana misal gedung dan sebagainya,” pungkasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)