Langgar UU Layanan Publik, Baktiono : Inspektorat Wajib Periksa Petugas Puskesmas Ngagel

0
329

Surabaya NAWACITAPOST – Laporan terkait tindakan petugas Puskesmas Ngagel yang tidak memberikan informasi hasil swan antigen kepada warga, membuat Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono merasa geram. Ia pun mendesak pihak Inspektorat Kota Surabaya segera memanggil dan memeriksa petugas tersebut.

Baktiono mengatakan, dirinya menerima laporan dari warga bernama Eko Setijowanto alamat, Jl. Tambak Sari Selatan Gang Lebar No 25 Surabaya, dimana warga tersebut akan ditangkap dan dikarantina di Hotel Asrama Haji dengan alasan sangat tidak jelas. Hal ini terjadi pasca warga tersebut melakukan swab di Puskesmas Ngagel.

“Hasil swab warga bernama Eko Setijowanto di Puskesmas Ngagel tanggal 26 Mei 2021 adalah negatif, namun petugas Puskesmas tidak memberikan hasilnya ke warga. Ini jelas melanggar Melanggar UU No 14 / 2018 tentang, Keterbukaan Informasi Publik.” ujar Baktiono di Surabaya, Kamis (03/05/21).

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono

Dengan kejadian ini, tegas Baktiono, petugas Puskesmas Ngagel baik dari unsur ASN maupun non ASN harus diperiksa Inspektorat tentang kebenaran informasi warga bernama Eko Setijowanto ke dewan.

Maka itu, tambah Baktiono, Pemkot Surabaya harus bertindak tegas bahwa, petugas Puskesmas Ngagel telah menyembunyikan informasi dan melanggar UU No 14 Tahun 2018 Tentang, Keterbukaan Informasi Publik.

“Jadi setiap Lembaga Eksekutif, Legeslatif, maupun Yudikatif Berkewajiban memberikan Informasi ke Masyarakat, termasuk hasil swab antigen, setiap warga berhak mendapat Informasi yang layak dan benar. Karena setiap lembaga yang menerima APBN atau APBD berkewajiban menyampaikan Informasi yang benar, cepat, dan akurat.”tegas Legislator Senior Kota Surabaya ini.

Baktiono memberikan kronologis dari warga bernama Eko Setijowanto melaporkan ke dirinya pada Rabu malam (02/06/21) bahwa, petugas Puskesmas Ngagel tidak memberikan informasi secara tertulis hasil swab, meski sudah diberitahukan hasilnya Negatif.

Lalu, warga tersebut melakukan test swab antigen mandiri di Klinik Waluyo Jati dengan hasil NEGATIF, dan bukti hasil swab diberikan ke pasien, hal ini berbeda dengan Puskesmas Ngagel yang tidak memberikan hasil tes swab antigen Eko Setijowanto.

“Dengan insiden ini, kami mendesak Inpektorat segera memeriksa petugas Puskesmas Ngagel karena telah menyembunyikan informasi hasil swab warga bernama Eko Setijowanto. Saya memiliki nama petugas Puskesmas tersebut, silahkan Inpektorat cek sendiri di Puskesma Ngagel.” ungkap Politisi PDI Perjuangan ini. (BNW)