Karutan Perempuan Kelas II A Medan Ema Puspita : Dibawah Kepemimpinan Yasonna Laoly Membangun Birokrasi Bebas Korupsi  

0
138

Medan, NAWACITAPOST– Kepala Rutan Perempuan Kelas II A Medan, Ema Puspita  menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-68 kepada Yasonna Laoly selaku Menkumham RI dan pimpinannya.

“Selamat ulang tahun  Bapak Menteri Hukum dan HAM , Yasonna H Laoly ke-68, beliau diberi kesehatan, umur yang panjang, tetap berkarya menjadi pemimpin panutan yang membawa Kemenkumham ini lebih maju lagi,” kata Ema Puspita kepada NAWACITAPOST.COM, Kamis (27/5/2021).

Ema mengaku, dibawah kepemimpinan Yasona Laoly, terjadi begitu banyak perubahan di perwajahan kemenkumham, terutama di Pemasyarakatan.

“Saya merasakan bagaimana birokrasi berubah drastis,  pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat dan warga binaan mendapat perhatian besar.

Pemberantasan pungutan liar, gratifikasi, hak istimewa yang selama ini menjadikan pemasyarakatan mendapat citra negatif di mata masyarakat berangsur-angsur berubah,” kata Ema.

Ema mengungkapkan, bahwa membangun birokrasi yang bebas dari korupsi dan birokrasi bersih melayani tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi ditangan  Menkumham, Yasonna H Laoly telah membawa perwajahan Kemenkumham, hingga sejauh ini sehingga mulai mendapat citra positif di mata masyarakat luas melalui komitmen, kerja keras, dan inovasi-inovasi yang beliau berikan untuk membangun birokrasi yang tegak sejajar dengan cita-cita bangsa. Semoga di hari berbahagia ini di hari ulang tahun

Ema mengungkapkan, berbagai inovasi layanan Si Kuwat, sistem kunjungan lewat whatsapp menggantikan layanan kunjungan selama masa pandemi

Kemudian, Inovasi Yanti Saja, layanan penitipan barang satu meja, menggantikan layanan kunjungan dengan penitipan barang untuk warga binaan. Inovasi Darling, dokter perawat keliling, upaya peningkatan kesehatan warga binaan dengan jemput bola. Inovasi layanan sidang virtual. Inovasi layanan informasi integrasi melalui website.

Menurut dia, layanan tetap dilakukan maksimal, dengan meminimalkan kontak fisik dengan warga binaan, seperti penggantian layanan kunjungan dengan layanan kunjungan virtual Si Kuwat, lalu pelaksanaan sidang secara virtual, pemberian bantuan hukum secara virtual, pelaksanaan layanan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid dengan pembatasan penerimaan tahanan, melakukan tes rapid dan menyediakan karantina selama 2 minggu masa mapenaling untuk tahanan baru

Yang paling penting adalah melaksanakan protokol kesehatan 6 M di area Rutan Perempuan Medan. Tak hanya itu, Rutan Perempuan Kelas II A Medan sedang berjuang untuk diusulkan sebagai UPT penerima predikat WBK. Untuk membuat Rutan Perempuan Kelas II A Medan zero HALINAR, sedang gencar dilaksanakan razia, pemeriksaan petugas.