Dinkominfo Pekalongan Sampaikan Surat Edaran Wali Kota terkait Larangan Penerbangan Balon

0
141
Foto : Surat Edaran Wali Kota Pekalongan

Pekalongan, NAWACITAPOST – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan Yos Rosidi, SIp.Msi. menyampaikan Surat Edaran Wali Kota Pekalongan pada (16/05/2021). Yang mana mengenai Larangan Penerbangan Balon udara di masa pandemi Covid 19. Hal itu sejalan dengan hal – hal yang sering dan selalu disampaikan oleh Wali Kota H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE. (Aaf) dan Wakilnya H. Salahudin, STP beserta jajaran Pemerintah Kota.

Foto : Surat Edaran Wali Kota Pekalongan

Berdasarkan Surat Edaran Walikota Pekalongan Nomor : 443.1/206 Tentang Larangan Penerbangan Balon Udara di Masa Pandemi Covid 19 pun ada beberapa hal dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban. Terlebih berkaitan dengan Penerbangan Balon Udara Tradisional dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Pekalongan. Yos Rosidi pun menyampaikan bahwa ada sanksi tegas yang bakal dilakukan.

Foto : Surat Edaran Wali Kota Pekalongan

“Bersama ini kami sampaikan hal – hal. Kepada seluruh masyarakat Kota Pekalongan dilarang mengadakan kegiatan pembuatan Balon Udara Tradisional, Penerbangan Balon Udara Tradisional, Festival Balon Udara Tradisional, atau kegiatan sejenis lainnya. Berdasarkan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 53 ayat (1) yang menyatakan,” terang Yos Rosidi.

Foto : Wali Kota Pekalongan dan Wakilnya, Aaf – Salahudin

Kepala Dinkominfotik pun menyebutkan isi Undang – Undang tersebut. “Bahwa ‘Setiap orang dilarang menerbangkan atau mengoprasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan atau penduduk atau mengganggu keamanan ketertiban umum atau merugikan harta benda milik orang lain’,” terangnya.

BACA JUGA: Ketua DPRD Kota Bekasi Jago Bahasa Jepang, Tak Muluk Kejar Jabatan

Lalu Yos pun menyampaikan Pasal lainnya. “Dan Pasal 411 menyatakan ‘Setiap orang dengan sengaja menerbangakan atau mengoprasikan pesawat udara yang membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan/ atau penduduk atau merugikan harta benda milik orang lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)’,” lanjutnya.

BACA JUGA: Hilarius Duha dan Firman Giawa Resmi Kepala Daerah Nias Selatan, Pegiat Organisasi Minta Fokus Isu Besar

Lalu Kepala Dinkominfotik pun menyampaikan juga Peraturan Menteri Perhubungan. “Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada kegiatan Budaya Masyarakat, Pasal 3 ayat (1) Penggunaan Balon Udara pada kegiatan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) wajib ditambatkan. Namun menyikapi ketentuan pandemi Covid 19 maka kegiatan dimaksud ditiadakan,” tambahnya.

Foto : Kepala Dinkominfotik Pekalongan Yos Rosidi

Lantas sejalan instruksi dari Wali Kota Pekalongan pun, Yos mengatakan bahwa peran serta Camat dan Lurah se Kota Pekalongan diperlukan. Hal itu demi terwujudnya keamanan dan ketertiban sesuai peraturan masa pandemi Covid 19. “Camat dan Lurah se Kota Pekalongan agar menindaklanjuti ketentuan diatas untuk disampaikan ke masyarakat di wilayah kerja masing – masing. Aparat keamanan bersama instansi terkait lainnya untuk melaksanakan pemantauan, pengawasan dan penertiban terkait dengan larangan tersebut,” pungkasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)