Gubsu Edy Panik dan Marah Karena Citranya Merosot Tajam

0
542
Medan, NAWACITA - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, buka suara merespons aksi demo #Save Babi yang dilakukan ribuan massa di kantor DPRD Sumut, Senin (10/2) kemarin.
Gubsu Edy Rahmayadi Bantah Pemusnahan Ternak Babi di Sumut

Medan,NAWACITAPOST–Pada 1 April 2021 harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Sumatera Utara naik sebesar Rp 200 per liter.Kenaikan harga itu banyak dipertanyakan masyarakat Sumut.

Banyak keluhan warga terkait kenaikan harga BBM tersebut membuat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) panik dan marah, Pasalnya citra dirinya merosot tajam .

Edy awalnya tidak memahami Pergub yang dimaksud menjadikan Pertamina menaikkan harga BBM di Sumut. Setelah tahu, dia kemudian menelpon Ahok untuk mempertanyakan  apa benar BBM naik karena Pergub yang dia keluarkan.

“Saya telepon Ahok. Ahok saya telepon karena dia Komisaris Utama, Ahok kenapa kalian naikkan BBM karena Pergub- ku?,” kata Edy.

Baca Juga: https://nawacitapost.com/daerah/2021/05/09/masyarakat-sumut-mulai-gerah-melihat-arogansi-gubsu-edy

Edy menanyakan ke Ahok soal kenaikan BBM karena Pergub-ku,” ucapnya.

Sementara itu,Ahok sebagai Komut PT Pertamina menjelaskan, bahwa dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) No 1 tahun 2021 tentang Petunjuk  Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Pajak Rokok. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dinaikkan menjadi 7,5 persen  dari sebelumnya 5 persen untuk BBM jenis bahan bakar umum (JBU) atau BBM non subsidi. Adapun PPBKB ini memang adalah kewenangan pemerintah daerah.

Peraturan Gubernur ini ditetapkan oleh Edy Rahmayadi pada 8 Februari 2021 dan berlaku sejak diundangkan pada 11 Februari 2021.

Pada Bab II perihal PBBKB Pasal 4 Pergub ini menyebutkan bahwa.

  1. Tarif PBBKB untuk jenis bahan bakar bersubsidi ditetapkan sebesar 5 persen,
  2. Tarif PBBKB untuk jenis bahan bakar non subsdidi ditetapkan untuk jenis bahan bakar non susbsidi ditetapkan sebesar 7,5 persen.
  3. Dalam hal terjadi perubahan tarif yang dilakukan pemerintah maka tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyesuaikan dengan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menindaklanjuti Pergub Sumut tersebut, lantas Sekretaris Daerah Sumut per 3 Maret 2021 pun mengeluarkan surat perihal Pemberlakuan Tarif PBBKB. Dalam suratnya ini, Sekda menyebutkan bahwa tarif sebagaimana dimaksud pada Peraturan Gubernur dimaksud akan diberlakukan terhitung sejak tanggal 1 April 2021.

Diketahui, sebelumnya terjadi aksi demo di depan rumah dinas Gubernur Sumut, Edy di Jalan Sudirman, Medan berakhir ricuh pada beberapa waktu lalu.

Dalam aksi demo tersebut mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kesehjateraan Sumatera Utara (AMPK Sumut).

Para Mahasiswa menutut Pergub No 1 tahun 2021 tentang PBBKB yang menjadi penyebab naiknya harga BBM di Sumut dicabut.

Menurut coordinator aksi Irwandi P Sembiring mengatakan, rencana unjuk rasa akan dilakukan selama 6 hari sampai Rabu 12 Mei 2921.

“Kita minta Eddy cabut Pergub No 1 karena telah menyebabkan kenaikan harga BBM di Sumut, ditengah  kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit akibat pandemi seperti saat ini,” ujarnya.