Reses Pertiwi Ayu Krisna, Warga Keluhkan Kinerja Lurah Dr. Sutomo dan Wonorejo Tegalsari

0
214
Reses Pertiwi Ayu Krishna bersama warga RW03 kelurahan Dr. Sutomo-Tegalsari Surabaya, Rabu (5/5/21)

Surabaya NAWACITAPOST – Titik keempat di masa resesnya, Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna, mendapat kesempatan bertemu dengan warga RW03 Kel. Dr. Sutomo kec. Tegalsari.

Bertempat di balai RW03 Jl. Kupang Panjaan Gg. II, wakil ketua bidang OKK DPD Golkar kota Surabaya ini menerima banyak ide, saran, kritik bahkan permintaan bantuan dari segenap warga yang hadir. Mulai dari bantuan karpet, sound system, terop dll.

” Partai Golkar membantu masyarakat dalam skala prioritas. Dan saat ini, Golkar Surabaya fokus untuk membantu khususnya terkait permakanan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Bukan berarti pengadaan sarana prasarana tidak penting, tapi hal ini masih bisa dipending,” terang Bunda Ayu sapaan Ketua pengajian Al Hidayah kota Surabaya ini, Rabu (5/5/21)

Tak hanya bantuan, warga Kupang Panjaan juga minta penerangan terkait pertanahan seperti sertifikasi tanah, surat ijo, jual beli dan lain-lain yang berhubungan dengan tupoksi Komisi A.

Yang menarik, salah seorang dari yang hadir mengeluhkan pelayanan di kantor kelurahan Dr. Sutomo – Tegalsari. Ia mengungkapkan bahwasanya kepala kelurahan dianggap kurang baik baik dalam pelayanan maupun sikap.

” Pengurusan surat menyurat yang membutuhkan tanda tangan pak Lurah seringkali sengaja diulur-ulur meski persyaratan sudah lengkap,” ujarnya.

Pria separuh baya yang mengaku pengurus kampung ini juga menyayangkan sikap pak Lurah yang jarang sekali turun ke masyarakat. ” Biasanya pak lurah hadir ke masyarakat hanya untuk berfoto kemudian pergi lagi tanpa ingin tahu kondisi dibawah,” katanya.

Dalam hal melayani masyarakat, posisi pengurus kampung dengan pak Lurah adalah sama. Bedanya gaji yang kami terima kembali lagi ke masyarakat, sedang gaji pak Lurah untuk pribadi yang diambil dari pajak rakyat. ” Maka dari itu, kami meminta kepada Komisi A untuk menyampaikan hal ini kepada Walkota agar ada peningkatan dalam hal pelayanan kepada warga khususnya di kelurahan dr. Sutomo,” pintanya.

Sebagai perwakilan rakyat, Pertiwi Ayu Krishna mengaku dalam resesnya kali ini ia beberapa kali mendengar keluhan masyarakat terkait pelayanan khususnya di kantor kelurahan dr. Sutomo dan Wonorejo.

” Padahal, warga sudah memenuhi semua data dan hanya butuh tanda tangan. Mengapa kok dipersulit,” ujarnya.

Hal ini menurut Ayu sudah menjadi tugasnya di Komisi A untuk menggali permasalahan terkait bidang pemerintahan dan hukum.

” Kami akan segera memanggil lurah tersebut beserta para saksi pengadu serta BKD dan Inspektorat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ayu menegaskan bahwa sekarang ini adalah era keterbukaan, dan tidak ada yang bisa disembunyikan.

” Apapun keluhan masyarakat, Komisi A akan membuka diri untuk melakukan mediasi dalam agenda hearing bersama dinas dan ASN terkait,” tandas Ayu. (BNW)