Program Kotaku Pekalongan Dilaunching, Dikucurkan Dana 300 Juta Perkelurahan

0
216
Foto : Launching Padat Karya Program Kotaku

Pekalongan, NAWACITAPOST – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) atau Cash For Work (CFW) melalui Padat Karya Kota Pekalongan pun dilaunching pada (03/05/2021) di halaman Gedung Serbaguna Kelurahan Medono. Yang mana merupakan program sinergi Pemerintah Kota Pekalongan dengan Kementerian PUPR Wilayah Jawa Tengah. Tak lain yang langsung dihadiri oleh Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE (Aaf) bersama para jajarannya dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (Jateng) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diwakili Kasi Pelaksanaan Wilayah 1 Tia Hetwisari bersama jajaran.

Foto : Wali Kota Aaf

Tujuan utama dilaunching Kotaku adalah perwujudan program hidup bersih dan sehat. Sekaligus juga berkelanjutan untuk menumbuhkan rasa kegotongroyongan dan kerja bakti. Yang mana juga dampaknya untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat khususnya di Kota Pekalongan. Aaf menyampaikan bahwa diharapkan bisa membantu masyarakat melalui Padat Karya. “Ya Alhamdulillah pada pagi hari ini kita ada launching program dari Kotaku, program Padat Karya,” ungkapnya.

Foto : Launching Program Kotaku

“Ini mudah – mudahan di tengah situasi dan kondisi pandemi ini bisa membantu masyarakat. Tetapi harapan saya, program ini adalah berjenjang atau kontinu. Jadi selesai program dari Kementerian PUPR ini tetap masyarakat bisa menumbuhkan lagi rasa kegotongroyongan, menumbuhkan lagi rasa kerja bakti. Yang mana itu lingkungan mereka sendiri. Disamping kerja bakti dan padat karya, gotong royong, ya tentunya kita bisa memelihara lingkungan supaya sangat meminimalisir untuk terjadinya bencana – bencana. Seperti kemarin bencana banjir yang terjadi di Kota Pekalongan,” tuturnya.

Foto : Proses pemberian rompi Padat Karya

“Nah ini juga kalau kita sudah mencanangkan program hidup bersih itu bisa meminimalisir. Terutama untuk penyumbatan di selokan – selokan dan di sungai. Dana kita dapat 300 juta perkelurahan di Kota Pekalongan. Nanti ada 14 kelurahan yang mendapat bantuan padat karya ini. Ini juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca Covid 19 khususnya di Kota Pekalongan,” tambah Wali Kota. Menurutnya, Padat Karya dilaksanakan namun tetap harus menjalankan protokol kesehatan. “Jadi tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Pak Lurah, Bu Lurah, Pak Camat, Bu Camat ini sebetulnya diharapkan besar untuk mengedukasi warga menjalankan protokol kesehatan,” lanjutnya.

BACA JUGA: Disinyalir Pelabuhan Teluk Dalam Nias Selatan, Pintu Masuk Barang Tanpa Kantongi Izin

Sebab, kata Aaf, dana yang dikucurkan untuk perawatan rumah sakit pasien Covid 19 itu cukup besar. “Satu saja pasien Covid yang dirawat dirumah sakit ini menelan biaya 150 juta. Nah di Kota Pekalongan ini sudah ada 300 lebih yang dirawat dirumah sakit. Sudah berapa miliar Pemerintah Kota Pekalongan menganggarkan atau mengeluarkan anggaran untuk pasien Covid ini?” pungkasnya. Sementara Kasi Pelaksanaan Wilayah 1 mengungkapkan. Bahwa dana untuk program cukup besar perdesa atau kelurahan yang digelontorkan. “Program ya, program kita tahun ini 2021 kita ada CFW. Lokasinya di 14 desa/kelurahan. 1 desanya 300 juta. Jadi 4,2 miliar,” katanya.

BACA JUGA: Hilarius Duha dan Firman Giawa Resmi Kepala Daerah Nias Selatan, Pegiat Organisasi Minta Fokus Isu Besar

Lalu Tia menambahkan bahwa adapun program lain untuk pembenahan Kota Pekalongan. “Kemudian yang skala kawasan itu peningkatan kualitas permukiman kumuh, kawasan Loji Kota Pekalongan. Itu kontraknya 37 miliar 372 juta 692 ribu 300 rupiah. Jadi untuk di Kota Pekalongan untuk Kotaku 41 miliar 572 juta 690 ribu 300 rupiah. Target April – Mei untuk CFW. Kemudian sampai Mei – Juni 2021. Untuk skala kawasan akhir tahun,” pungkasnya.

Foto : Proses pemberian sekop Padat Karya

Masih di tempat yang sama, Muhammad Afsor selaku KSM Penerima Manfaat mengatakan. Bahwa dia bersama rekan – rekannya mengucapkan terima kasih. “Dari kami selaku KSM Penerima Manfaat, Cash For Work ini yang berkaitan dengan program – program Kota Tanpa Kumuh Alhamdulillah masyarakat Medono mengucapkan banyak terima kasih untuk program ini,” ungkapnya.

Foto : Proses pemberian rompi Padat Karya

Bagi Afsor, program ini bisa menjadi sebuah harapan terang terutama masyarakat yang terdampak Covid 19. “Sehingga program ini dapat berjalan dengan baik. Yang harapannya kami agar masyarakat yang terdampak Covid ini dapat memberikan nilai plus bagi masyarakat. Yang akhirnya bisa menjalankan pekerjaan ini dengan baik. Terutama di wilayah lingkungannya. Tugasnya kami menjalankan pekerjaan jalan, drainase, juga yang berkaitan dengan pembersihan drainase tersebut. Pekerjaannya nanti dilaksanakan mulai hari ini. Dimulai dari RT 01 RW 06. Harapannya nanti pekerjaan ini dapat berjalan dengan lancar selama kurang lebih 2 bulan,” lanjutnya.

Foto : Muhammaf Afsor, KSM Penerima Manfaat

Lantas KSM Penerima Manfaat itu pun merasa terbantu. Terlebih dengan nilai upah yang lumayan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari. Yang mana disaat masa kritis dalam ekonomi dampak Covid 19. Upahnya perharinya dari tukang 100.000. kemudian pekerjaan 80.000. karena pekerjaan padat karya ini dilaksanakan mulai dari jam 8 sampai jam 3 sore saja. Jadi harapannya masyarakat bisa menerimanya dengan baik. Karena waktunya hanya 7 jam. Ya merasa terbantu Alhamdulillah. Kami sangat mendukung Cash For Work dan menerima dengan baik,” tandasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)