Walikota Blitar Launching CFW Program Kotaku, Program Padat Karya Bantu Masyarakat Dimasa Pandemi Covid 19

0
181

Blitar, Nawacitapost.com – Untuk mewujudkan Kota Blitar menjadi Kota Tanpa Kumuh, Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar dan Tim Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) melaunching program kegiatan Padat Karya Tunai atau Cash For Work (CFW) program KOTAKU Tahun 2021. Program ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi Covid-19 diempat kelurahan Kota Blitar.

Program Kotaku – Cash For Work ( CFW ) resmi dilauncing Walikota Blitar Drs.Santoso, M.Pd di gedung Graha Bhakti kelurahan Kepanjenlor kota Blitar Senin ( 26/4/2021 ). Turut hadir launcing Program Kotaku CFW, Kepala Dinas Perumahan Rakyat ( Dispera ) kota Blitar Erna Santi, Ketua DPRD kota Blitar Syahrul Alim dan Anggota DPRD Kota Blitar Yudi Meira dan Tim Leader KMB Wilayah Jawa Timur Winardi.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, program ini patut kita apresiasikan, dirinya bersyukur program ini hadir di Kota Blitar. CFW adalah program padat karya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan bekerjasama dengan Dispera kota Blitar, dimana melibatkan sekaligus kepada seluruh masyarakat di wilayah Kelurahan yang mendapatkan kegiatan itu. Program ini bertujuan mengangkat perekonomian warga pada masa pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021 ada empat kelurahan di Kota Blitar yang mendapatkan program ini yaitu, Kelurahan Kepanjenlor, Kelurahan Kepanjenkidul, Kelurahan Kauman dan Kelurahan Bendogerit. Sehingga masyarakat yang ada diwilayah kelurahan itu direkrut sebagai pekerjanya untuk menjalankan perbaikan dari infrastruktur yang ada di wilayah Kelurahan masing-masing dan perawatan, program ini juga berupaya mengatasi kekumuhan melalui perawatan infrastruktur,”kata Santoso.

Ia menambahkan, kepada masyarakat jangan lupa, setelah diperbaiki agar ikut merawat infrastruktur yang ada dan selalu dijaga perawatannya supaya infrastruktur itu tetap terjaga dengan baik. Sehingga infrastruktur di Kota Blitar ini bisa terjaga dengan baik. Sehingga kelurahan di Kota Blitar bisa benar-benar menjadi Kota Tanpa Kumuh,” imbuhnya.

Santoso menambahkan, empat kelurahan dipilih sebagai sasaran CFW setelah melalui kajian dan SK Kumuh yang dikeluarkan Pemkot Blitar. Pihaknya memerintahkan kepada Dispera untuk memantau langsung pelaksanaan CFW.

“Kegiatan program ini harus dilaksanakan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Per kelurahan mendapat Rp 300 juta dari program ini dengan masa kerja selama 60 hari. Dananya ditransfer ke rekening BKM. Nanti BKM yang akan mengelola dan menggaji karyawan-karyawan yang bekerja. Di sini harus jelas pertanggungjawabannya ,” tegas Santoso

Sementara itu, Kepala Dispera Kota Blitar Erna Santi mengatakan, melalui program Kotaku CFW Kementerian PUPR memberikan upaya mitigasi ditengah pandemi Covid-19 dengan memberikan penghasilan tambahan untuk kelompok berpenghasilan rendah. Pihaknya berharap bantuan ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kota Blitar.

“Tujuan dari program ini adalah memberikan bantuan tunai kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Diantaranya masyarakat yang mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK) dan masyarakat yang mengalami penurunan atau kehilangan pendapatan. CFW juga bertujuan memulihkan perekonomian masyarakat untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi pasca pandemi Covid-19, khususnya di perkotaan. Program ini juga berupaya membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan daya beli masyarakat terdampak Covid-19. Serta pemeliharaan dan perawatan aset infrastruktur yang dibangun Program Kotaku melalui pemeliharaan dan perbaikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, CFW adalah program bantuan dalam bentuk Padat Karya Tunai atau Cash For Work (CFW). Program Kotaku CFW melibatkan masyarakat dalam memperbaiki dan perawatan infrastruktur yang telah dibangun program KOTAKU ataupun melalui IBM lain melalui swakelola masyarakat.

“Kegiatan program CFW ini tidak membangun infrastruktur baru tapi hanya bersifat pemeliharaan atau perbaikan dengan kategori rusak ringan atau sedang. Intinya lebih kepada menitik beratkan pada pekerja dan kegiatannya lebih pada pemeliharaan dan perawatan infrastruktur,” tegasnya.

Program Kotaku CFW mendapat aspresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Blitar, Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim mengatakan, program Cash For Work (CFW)ini merupakan menunjang kegiataan ekonomi di masyarakat.

Disituasi pandemi ini kementrian PUPR masih dapat memberikan untuk menggiatkan ekonomi masyarakat berupa proyek padat karya. Semua ini fokus kepada wilayah-wilayah yang terdampak Covid-19,”tuturnya.

Syahrul berharap, kami kepada para pekerja agar serius menjalankan program ini.Manfaatkan program ini dengan baik, karena tidak semua kelurahan mendapatkan program yang sangat bagus ini. Maksimalkan program ini dengan baik dan hasil kerjanya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh lingkungan seluruhnya,” pungkas Syahrul. (adv/hms/fm)