Tarif GBT Naik, Tiket Persebaya Bakal Selangit

0
415
Euforia setiap pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Foto : Istimewa

Surabaya NAWACITAPOST – Manajemen Persebaya Surabaya mengaku keberatan atas tingginya kenaikan tarif sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kota Surabaya. Dalam draf Raperda yang baru, Pemkot Surabaya melalui Dinas pemuda dan olahraga mematok tarif Rp 444.632.000.00 per hari. padahal di Perda 13 tahun 2010 sebelumnya hanya ditarik tarif Rp. 30 juta untuk setiap pertandingan.

” Biasanya kami menggelar setiap pertandingan hanya membayar Rp 30 juta, tapi dalam draf raperda, retribusinya naik menjadi Rp 444 juta per hari. Untuk tarif per jam, pemkot mematok Rp 22 juta,” ujar Ram Surahman Sekretaris Persebaya yang hadir dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) Raperda restribusi Komisi B DPRD kota Surabaya, Senin (19/4/21)

Rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) Raperda restribusi Komisi B DPRD kota Surabaya, Senin (19/4/21)

“ Kalau angka tersebut digedok (disahkan, red), pasti akan memberatkan. Alternatifnya kami akan menghitung kemampuan, apakah kami bisa memakai stadion dengan harga yang segitu atau kami lebih rasional untuk mencari stadion lain,” kata cak Ram sapaannya.

Apabila Persebaya tetap bermain di GBT, Ram Surahman memastikan akan ada kenaikan untuk harga tiket penonton. ” Yang biasanya 50 dan 100 ribu, nantinya mungkin bisa menjadi berkali-kali lipat,” tegasnya.

Ditanaya terkait penghasilan, Ram menjelaskan bahwa dalam sekali pertandingan penghasilan kotor Persebaya bisa 1 miliar dan sekitar 1,3 miliar kalau ada pertandingan Big match seperti dengan Arema, Persija atau Persib.

Cak Ram menyarankan, Pemkot dan anggota DPRD Surabaya untuk studi banding ke Solo yang stadionnya nantinya juga akan dipakai untuk pertandingan Piala Dunia.

” Saran kami, Pemkot dan DPRD Surabaya sebaiknya studi banding ke Stadion Sri wedari Solo yang sama-sama akan dipakai untuk pertandingan Piala Dunia,” tandas Cak Ram.

rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) Raperda restribusi Komisi B DPRD kota Surabaya, Senin (19/4/21)

Sementara dalam rapat Pansus yang giadakan di ruang Komisi B DPRD Kota Surabaya tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya, Afghani Wardana mengungkapkan, masalah tarif sewa stadion sudah merupakan penilaian yang dilakukan oleh tim appraisal.

Terkait dengan besarannya ini kan tadi saya sudah menyampaikan bahwa kami punya tim appraisal yang menilai terkait dengan masalah sewa dan sebagainya,” ujar Afghani dalam rapat tersebut.

Sayangnya, usai rapat Kadispora Afghani Wardana bersama Kabag hukum Pemkot Surabaya Ira Turtisilowati enggan dimintai konfirmasinya.

Kepada media, ketua Pansus restribusi Mahfudz berharap akan ada keringan yang diberikan oleh Pemkot Surabaya mengenai tarif sewa stadion.

” Bagaimanapun, Persebaya adalah kebanggaan arek-arek Suroboyo. Tapi bukan hanya masalah kebanggaan, tapi juga dampak ekonomi dengan adanya pertandingan Persebaya,” cakap Mahfudz.

Sekretaris Komisi B ini berjanji, selepas ini akan melakukan rapat internal Komisi untuk mencari solusi yang terbaik. (bnw)