Merliaty Simanjuntak, Istri Bupati Sumba Timur Berjibaku Selamatkan Korban Banjir
Merliaty Simanjuntak, Istri Bupati Sumba Timur Berjibaku Selamatkan Korban Banjir

Sumba Timur, NAWACITAPOSTMerliaty Simanjuntak, Istri Bupati Sumba Timur Berjibaku Selamatkan Korban Banjir

Dikutip dari facebook teman Ara terlihat Merliaty Praing br Simanjuntak, Istri Bupati Sumba Timur nekad menerjang lumpur kental pekat setinggi 1 meter untuk menolong korban banjir di tempat terisolir akibat bajir bandang yang menerjang Sumba Timur.

 

Keputusan tersebut sesungguhnya sangat berisiko sebab, lumpur yang dia dan kawan-kawan seberangi di desa Kiritana, bersebelahan dengan sungai besar yang arusnya deras.

 

Sementara itu badan jalan sudah longsor. Jika tanggul jebol, maka sangat mungkin dia dan teman-teman menjadi korban. “Tapi kalau tidak berani, maka akan ada banyak korban.

 

Sekitar 800-an orang yang terancam kelaparan, kedinginan dan sakit. Kalau tidak pergi ke lokasi saat itu, malamnya pasti saya tidak bisa tidur, bayangin penderitaan mereka,” jelasnya kepada tempusdei.id yang menghubunginya dari Jakarta.

 

Ternyata dampak dari “kenekadannya” mengarahkan banyak mata ke lokasi tersebut dan segera dilakukan penanganan dengan skill khusus untuk membantu para korban. “Puji Tuhan!” serunya.

 

Menyangkut sikap nekadnya, wanita Batak ini mengatakan, “Saya cuma melakukan yang seharusnya kita lakukan sebagai panggilan kemanusiaan, tapi mungkin jadi menggerakkan banyak orang karena banyak yang posting.”

 

“Saya membayangkan mereka menderita kelaparan dan kedinginan, terutama yang rentan seperti ibu hamil, anak-anak termasuk bayi, juga Lansia. Belum lagi mereka dalam ketakutan kalau-kalau banjir yang lebih besar lagi datang,” ujar Merliaty lagi.

 

Dia khawatir banyak masyarakat yang jadi korban bukan karena diterjang banjir, tapi karena kelaparan, kedinginan dan ketakutan. “Kami tidak mau mereka jadi korban karena lapar, kedinginan dan ketakutan,” jelasnya.

 

Baca juga :  Millenial dan Generasi Z Mendominasi Proporsi Penduduk Jawa Timur berdasarkan Usia

Yang terlintas dalam pikirannya adalah segera bertindak dengan cara apa pun. “Mungkin karena dulu saya anggota Resimen Mahasiswa, ya jadi terbawa dalam keseharian, apalagi kami sekolah Pamong Praja dididik untuk cepat bertindak dalam situasi darurat,” jelasnya.

 

Setelah tindakan nekad tersebut, Merliaty menggerakkan masyarakat dan volunteer untuk membuka Dapur PKK. Dia mengontak para kenalannya untuk bersama-sama bergerak dan menjadi sukarelawan, menolong dengan dana maupun bahan mentah yang ada. Dan agar bantuan tidak tumpang tindih, dia berkoordinasi dengan Pemda, jaringan relawan.

 

Saat ini, sebagai Ketua PKK Sumba Timur, dia sudah berpikir untuk melakukan penanganan pasca bencana. “Penanganan tahap ini jelas sangat penting terutama anak-anak dan balita karena angka stunting dan gizi buruk Sumba Timur cukup tinggi,” jelasnya.