Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Dampingi Bidan Desa Tracing Contact Covid 19 dan Penyemprotan Disinfektan

0
59
Foto : Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Dampingi Bidan Desa Tracing Contact Covid 19 dan Penyemprotan Disinfektan

Pekalongan, NAWACITAPOST – Bhabinkamtibmas Polsek Pekalongan Utara Aiptu Rusbiyanto bersama Babinsa Kopka Jatmiko mendampingi bidan desa dan tim dari puskesmas. Tak lain untuk melacak kontak erat atau tracing contact dari warga yang terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid 19 sekaligus penyemprotan di rumah warga Krapyak pada (8/4/2021). Tracing contact menjadi hal wajib bagi Satgas Penanggulangan Covid 19 dalam rangka memutus mata rantai penularan virus Corona. Selama ini, para bidan desa dan tim dari puskesmas menjadi ujung tombak Dinas Kesehatan Kecamatan (DKK) Pekalongan Utara. Yang mana untuk melacak daftar nama yang pernah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif Corona.

Foto : Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Dampingi Bidan Desa Tracing Contact Covid 19 dan Penyemprotan Disinfektan

Seharusnya warga memahami dan mengerti terkait protokol kesehatan 5 M dan gejala yang dirasakan. Kemudian minta Tes Swab ke Puskesmas guna memastikan terkonfirmasi positif Corona atau tidaknya. Oleh sebab itu, DKK Pekalongan Utara merasa perlu untuk melibatkan aparat polisi dan TNI dalam kegiatan tracing contact. Aparat ini bisa membantu bidan desa dalam mengedukasi warga terkait perlunya mengikuti tes swab maupun rapid antigen. “Yang lakukan tracing dari bidan desa dan tim dari puskesmas dengan didampingi Bhabinkamtibmas ,” terang Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Bakti Kautsar Ali SIk.SSos.

BACA JUGA: Kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta Dipertanyakan, Indikator Baik Tata Kelola Pemda Menurun

Foto : Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Dampingi Bidan Desa Tracing Contact Covid 19 dan Penyemprotan Disinfektan

Kapolsek Pekalongan Utara mengakui bahwa tidak semua warga mau menerima kenyataan telah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif Corona. Sebagian dari mereka bahkan menolak untuk Tes Swab atau Rapid Antigen. Akan tetapi, berkat pendekatan tracing contact Covid 19 dari bidan desa bersama tim dari puskesmas dan didampingi Bhabinkamtibmas, warga akhirnya mau mengikuti Swab atau Rapid Antigen. “Persentase yang menolak menjalani swab atau rapid antigen sedikit,” tukasnya. (Kasubbag Humas Polres Pekalongan Kota/Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

Tinggalkan Komentar