Program 100 Hari Kerja Aladin Kota Pekalongan, Kelurahan Menanam Menuju Green City

0
60
Foto : Launching Kelurahan Menanam

Pekalongan, NAWACITAPOST – Program 100 hari kerja Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE (Aaf) bersama Wakilnya H. Salahudin, STP (Aladin) diantaranya kelurahan menanam. Kelurahan menanam bertujuan untuk Kota Pekalongan menuju Green City. Namun tak hanya Green City saja, melainkan bisa menciptakan ketahanan pangan yang nantinya bisa memberikan nilai ekonomis untuk kelompok masyarakat (pokmas). Kelurahan menanam pun dilaunching pada (07/04/2021) di Kelurahan Gamer. Launching dihadiri oleh Wali Kota bersama Wakilnya, Kepala Dinperpa (Dinas Peternakan dan Pangan) Kota Pekalongan Zainul Hakim, SH.MHum., Kepala Balitbangtan BPTP Jateng, Dr. Joko Pramono, MP dan jajarannya.

Foto : Launching Kelurahan Menanam

Wali Kota Pekalongan pun menyampaikan rasa syukur akan terlaksananya launching kelurahan menanam. “Alhamdulillah kegiatan pada pagi hari ini kita launching kelurahan menanam. Ini yang termasuk salah satu program 100 hari kita, Saya bersama Pak Salahudin. Nah ini harapannya adalah bagaimana kita memberdayakan lagi sektor pertanian kita. Karena apapun tujuan kita sebetulnya untuk kelurahan menanam ini bisa mengantisipasi longsor, bisa mencegah erosi tanah dan sebagainya. Tetapi ternyata di Dinas Pertanian, ini adanya tanaman buah dan sayur. Tapi kita kombinasi, buah dan sayur tetap ok kita jalankan. Tapi kita kolaborasi lagi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” paparnya.

Foto : Launching Kelurahan Menanam

Aaf juga mengatakan bahwa akan pula ditanam berjenis tanaman tipe keras. “Karena disana yang ada tanaman tipe keras. Mudah – mudahan ini jadi semangat ya untuk pagi hari ini. Dan kita sekarang di Kelurahan Gamer ya. Disini ada Pak Hermawan yang sangat kreatif. Beliau pernah membikin program padi apung. Jadi ini sebetulnya bisa direalisasikan di daerah rob misalkan ya. Nah ini tapi Pak Hermawan tidak bisa sendirian. Harus kita support. Pemerintah harus support. Dibantu juga dengan PKK. Terus harus ada koordinasi dengan Dinperpa. Sebab kalau tidak ada, ini potensi – potensi dengan semakin sulitnya lahan di Kota Pekalongan, lahan – lahan produktif tadinya, sekarang sudah terdampak rob ini,” ungkapnya.

Foto : Launching Kelurahan Menanam

“Kalau tidak ada itu pasti tidak akan maksimal. Nah ini harapannya semua warga dibantu PKK, dibantu Pemerintah, dibantu Dinas, ini semuanya bisa maksimal untuk kita betul – betul melakukan kegiatan kelurahan menanam,” tukas Aaf. Senada mengungkapkan persetujuan dengan adanya program kelurahan menanam, Kepala Dinperpa pun mencoba mengidentifikasi maksud dari kebijakan Wali Kota dan Wakilnya. “Kami sudah sesuai dengan sambutan Pak Wali mencoba mengidentifikasi maksud dari kebijakan beliau setelah beliau dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan Pak Salahudin. Kemudian kami identifikasi ke dalam,” katanya.

Foto : Launching Kelurahan Menanam

“Ternyata memang di Dinperpa ini ada anggaran tahun 2021 dari dua bidang. Yang pertama dari bidang Ketahanan Pangan. Kami ada biasa membantu untuk para kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan bibit sayur maupun buah. Tapi memang anggarannya ini berlaku untuk selama setahun. Jadi setiap bulan kami mengadakan pencairan. Demikian pula yang di bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura. Itu ada kegiatan untuk penguatan kelembagaan petani dan kelompok tani. Sehingga ini kami gabung. Namun kami juga mengusulkan kepada tim anggaran agar anggaran yang semula dibagi rata setiap bulan selama tahun 2021 bisa kami ajukan di 3 bulan pertama menyesuaikan dengan program 100 hari kerja Pak Wali,” imbuh Kepala Dinperpa.

Foto : Wali Kota Aaf

Zainul Hakim pun menyatakan syukur atas beberapa tahapan yang berujung pada launching atau pencanangan terlaksana. “Alhamdulillah melalui beberapa pentahapan rapat – rapat koordinasi sinkronisasi sosialisasi pelatihan dan saat ini merupakan pencanangan atau launching, nanti Insha Allah masa pemeliharaan. Dan nanti diharapkan di tanggal 4 Juni berarti H-2 program 100 hari Wali Kota dan mungkin nanti akan selesai di tanggal 6 Juni. Nanti akan coba kita panen dan kita kemas dan kita pasarkan. Nanti bersamaan, kami sudah koordinasi dengan bagian tata pemerintahan untuk bisa didisplay dan dipasarkan, nanti pada saat sarasehan K3 atau sepeda K3,” katanya.

Foto : Launching Kelurahan Menanam

Kepala Dinperpa pun berharap terjadinya revolving dalam hal ini. “Jadi harapannya kami mendukung. Dan kami harapkan ini revolving. Dan ini kami terima kasih telah hadir Pak Kepala Badan Penelitian dan Pengkajian Pertanian Provinsi Jawa Tengah yang insha Allah beliau siap membantu kita Kota Pekalongan 5000 bibit sayur. Insha Allah kalau ini sudah selesai, kita ada revolving. Dan kita biasa memang membantu kepada pokmas yang membutuhkan nanti kita akan back up. Kita akan distribusi dan kita dampingi. Harapannya tadi disampaikan Pak Wali, kita juga ada jalin kerjasama dengan pemasaran secara online,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta Dipertanyakan, Indikator Baik Tata Kelola Pemda Menurun

Foto : Launching Kelurahan Menanam

“Sehingga nanti hasil dari penghijauan tapi punya nilai manfaat untuk ketahanan pangan bagi keluarga, lingkungan maupun nilai ekonomis bagi masyarakat yang bersangkutan. Kalau bibit sayurnya nanti kita tiap kelurahan 300 bibit. Kemudian tanaman buah itu 3. Nanti juga dari LH tanaman perah atau tanaman pelindung itu juga akan dibagikan. Harapannya nanti bisa serentak. Sehingga apa yang dicita – citakan Pak Wali dan Pak Wakil, Pekalongan bisa menjadi green city. Ini juga kebijakan dari Kementerian Pertanian, ada urban farming pertanian perkotaan. Jadi kita mendukung juga kebijakan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” tandas Zainul Hakim.

Foto : Lauching Kelurahan Menanam

Selaras pula dengan Kepala BPTP mengungkapkan bahwa program 100 hari kerja yang salah satunya kelurahan menanam adalah sangat baik. “Saya rasa ini merupakan program 100 hari kerja Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan yang bagus. Karena programnya bagus, kelurahan menanam. Tentunya kami dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah Badan Litbang Pertanian akan mendukung program ini. Karena program kelurahan menanam itu memiliki paling tidak dua dimensi. Pertama, dimensi menanam itu kan upaya – upaya untuk menghijaukan. Ini ada dimensi mitigasi terhadap perubahan iklim. Itu yang besarnya,” ungkapnya.

Foto : Launching Kelurahan Menanam

“Ini kan disampaikan Pak Wali Kota kan akan ada tanaman – tanaman keras yang ditanam. Namun ada dimensi lain bagi tanaman – tanaman yang semusim misalnya cabai, kemudian terong, sayur – sayuran ini dimensi ekonomi. Jadi akan membantu ekonomi masyarakat. Terutama menyediakan sayur mayur sehat untuk kebutuhannya, kebutuhan rumah tangga. Jadi ini ada nilai ekonominya. Oleh karena itu kami sesuai tupoksi kami dan ketersediaan logistik yang ada di BPTP Jawa Tengah kami akan mendukung,” imbuh Joko Pramono.

Foto : Launching Kelurahan Menanam

Joko Pramono juga menjelaskan tanaman yang akan ada dalam kelurahan menanam. “Kami juga akan membantu program yang bagus ini, kelurahan menanam dengan menyediakan bibit sayur – sayuran. Mungkin sekitar 5000 batang lah atau 5000 bibit. Itu mungkin terdiri dari cabai, kemudian terong, ada tomat ya, nanti sesuai kebutuhan. Nah tentunya nanti kami menunggu surat dari Pak Kepala Dinas yang dilayangkan ke kami. Kami akan sediakan, nanti kapan diambil, monggo, nanti komunikasi dengan tim kami. Artinya program ini program bagus yang perlu kita dukung bersama. Kami dari Badan Litbang Pertanian siap mendukung program itu,” akhirinya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

Tinggalkan Komentar