Foto : Uji Coba PTM di SMPN 3 Kota Pekalongan

Pekalongan, NAWACITAPOST – SMPN 3 Kota Pekalongan melakukan uji coba perdana Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Yang mana rencana diberlakukan sampai tanggal 10 bulan April ini. Diketahui dimulai dari hari ini (5/4/2021). Segala persiapan pun sudah dimatangkan oleh seluruh pihak sekolah baik Kepala, Staff, Guru, Orang Tua Siswa, Siswa dan lainnya. Bahkan diterapkan SOP yang lebih ketat ketimbang sebelum adanya pandemi Covid 19 terutama protokol kesehatan. Siswa juga diminta untuk membawa bekal dan minum dari rumah masing – masing. Sebab jam istirahat diisi dengan permainan mata pelajaran (mapel). Sehingga siswa tidak ada yang namanya bergerombol.

Foto : Uji Coba PTM di SMPN 3 Kota Pekalongan

Kepala SMPN 3 Kota Pekalongan Runtut Wijiasih, M.Pd. mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin. “Alhamdulillah ini persiapannya sudah lumayan. Jadi memang kita hari Rabu siang itu baru diberitahu. Sehingga kita langsung bergerak cepat. Terutama sarana prasarananya ini Alhamdulillah untuk persiapan ruang UKS, ruang isolasi sudah kita persiapkan. Kemudian juga komunikasi ke orang tua, pemberitahuan ke orang tua, jadwal dan sebagainya sudah kita persiapkan. Dan Alhamdulillah hari ini anak – anak banyak yang berangkat. Walaupun sih tidak 100 persen ini. Mungkin karena faktor hujan atau lain – lain. Tapi ini Alhamdulillah sih sebagian besar sudah berangkat,” terangnya.

Foto : Uji Coba PTM SMPN 3 Kota Pekalongan

“Kita hari ini mapelnya ada 4. Paginya 30 menit pertama kita PPK dan literasi. Setelah itu kita belajar 4 mapel. Setiap mapel 30 menit. Dalam 1 hari, kita mendatangkan 3 kelas. Jadi 1 kelasnya 32 siswa. Jadi 96 siswa totalnya. Kemudian 1 kelas dibagi 2. Dalam 1 kelasnya 16 siswa. Hari ini kelas 7A, 7B dan 8A. Kemudian besok kelas 7C, 7D dan 8B. Jadi secara bergantian. Dijadwalkan seperti itu, dalam 1 hari 3 kelas. Proses pembelajaran seperti biasa. Guru menyampaikan materi tetapi yang essential untuk pembelajaran yang sekiranya harus disampaikan dan dijelaskan di daring itu mungkin tidak efektif. Kita jelaskan pada saat bertemu ini,” lanjut Kepala SMPN 3 Kota Pekalongan.

BACA JUGA: AHY Terbelit Polemik Demokrat, Kasus Century Diduga Libatkan Ayahanda SBY Kembali Mencuat

Foto :Uji Coba PTM di SMPN 3 Kota Pekalongan

Menurut Runtut, siswa yang hadir adalah siswa yang memang kondisinya sehat. Sebab apabila kurang sehat, siswa disarankan lebih baik untuk tidak datang ke sekolah. “Ya yang jelas siswa dalam keadaan sehat. Kalau memang siswa dari rumah sudah sakit misalnya flu atau panas, lebih baik memang tidak usah masuk. Kita memang punya komunikasi dengan orang tua, ada grup wa orang tua. Jadi wali kelas itu ada grup wa dengan anak, ada grup wa orang tua. Jadi kita selalu komunikasi lewat itu. Termasuk pemberitahuan itu kita sampaikan lewat wa. Karena kondisi masih seperti ini,” ungkapnya.

Baca juga :  Tanjungpinang Masih Ada Covid 19, Kerumunan Di Tempat Perjudian Terjadi?
Foto : Uji Coba PTM di SMPN 3 Kota Pekalongan

Kepala SMPN 3 Kota Pekalongan pun bersyukur karena prosentase lebih banyak yang setuju akan pemberlakukan PTM. “Alhamdulillah izin yang dari orang tua itu 96,4 persen menyatakan setuju. 3,6 persen yang menyatakan tidak setuju. Tapi tetap kita memfasilitasi pembelajaran daring. Kita fasilitasi. Termasuk misal ada Bahasa Indonesia 5 jam pelajaran, untuk tatap muka itu 1 jam ini, nanti 4 jam tetap pakai daring. Jadi kita masih variasi. Selesainya sampai jam 10, pulangnya nanti kita selisih waktu 5 menit. Supaya setiap kelas tidak bergerombol. Masuk juga selisih 5 menit,” katanya.

Foto : Uji Coba PTM di SMPN 3 Kota Pekalongan

“Mereka kalau sudah pakai masker masuk ke ruang kelas, ya sudah duduk rapi. Jadi begitu masuk, silakan duduk di tempatnya masing – masing. Tidak ada waktu istirahat. Waktu istirahat diisi dengan permainan mapel. Dari tanggal 5 sampai tanggal 10. Dan ini nanti guru yang mengajar, sebelum keluar, guru yang akan mengajar lagi berikutnya sudah siap. Jadi tidak menunggu keluar dulu, terus ini nanti masuk. Supaya anak itu tidak berkerumun. Kan kalau anak ada jam senggang sedikit, anak berkeliaran. Mengantisipasi itu saja teknisnya. Sudah diberitahu, bawa bekal dan minum sendiri. SOPnya kita sampaikan juga di grup orang tua,” pungkas Runtut. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

YouTube player