ES Terduga Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur, Masih Bebas Berkeliaran, Padahal Sudah Dilaporkan Ke Polisi 

0
522
Fatimah menunjukkan surat laporan Polisi bersama putrinya Bunga (14) korban pencabulan.

Sibolga, NAWACITAPOST – Seorang Ibu bernama Fatimah (40) warga Kelurahan Sipange Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menyampaikan kekesalan dan kekecewaan terhadap kinerja kepolisian Resor Kabupaten Tapteng.

Baca Juga : Apel Pagi Satpol PP dan Damkar Sibolga, Walikota Jamaluddin Pohan : Tegakkan Perda, Humanis dan Profesional

Pasalnya Erianto Silitonga (53) pelaku pencabulan terhadap putrinya sebut saja bernama Bunga (14) seorang siswi SMP di Kecamatan Tukka masih bebas berkeliaran. Sementara kasus ini sudah dilaporkan sejak hari Minggu (21/3/2021) silam.

Kekesalan ditambah kekecewaan tersebut, dia sampaikan kepada nawacitapost.com di kantor Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sekata Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (31/3) Seraya meminta agar kasus tersebut dapat ditanggapi oleh Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak, sehingga keluarganya mendapatkan keadilan.

“Kami dengar dia itu ada orang dalamnya di Polres, terus katanya lagi di Medan itu ada saudaranya Ustad, katanya Ustad ini penasehat di Polda. Terus ada Camat familinya, jadi kami takut kasus ini akan di didiamkan bahkan tidak digubris. Soalnya sudah 10 hari kasus ini di tangan Polres Tapteng,” kata Fatimah.

Fatimah menjelaskan bahwa pencabulan yang dilakukan oleh Erianto Silitonga ini terhadap anaknya sudah dilakukan sejak tahun 2019 yaitu sejak Bunga (nama samaran-red) baru saja tamat SD, dan pencabulan itu sudah berkali kali dia (Erianto-Red) lakukan sampai terakhir pada Hari Minggu (21/3) di dekat rumah nya.

“Sudah sering dia lakukan. Terakhir yang ketahuan itu pada hari Minggu malam (21/3) sekitar pukul 19.00 WIB si Bunga tidak ada di rumah. Saya cari, saya tanya sama kawannya si Meri mana si Bunga.

Katanya tidak tahu Etek. Padahal saya lihat tadi dari samping rumah ini. Lalu saya cari-carilah ke belakang rumah, sampai ke rumah ke kamar, tidak ketemu. Terus Keluar lagi saya dari rumah, saya tanya lagi kawannya itu, Meri sudah nampak. Jawab si Meri, Oh itu nya dia Etek sambil menunjukkan si Meri yang keluar dari gang.

Langsung saya jemput si Bunga, saya bawa ke rumah. Di rumah saya tanyak dia, ngapain kau di situ, siapa kawanmu?. Lalu dia menjawab pak Makdil (nama panggilan Erianto Silitonga – Red). Jadi curiga saya, lalu saya tanya, di apainnya kau? Lalu jawab si Bunga kalau Erianto Silitonga melakukan sesuatu keseluruh tubuh Bunga, tegas Fatimah.

Mendengar jawaban putrinya itu, Fatimah langsung syok, dan kemudian memanggil saudaranya perempuan untuk menemani mereka melapor ke kantor polres Tapteng. Namun sesampainya di kantor Polisi, Fatimah dan keluarga disarankan pulang, agar datang lagi esoknya dan membawa kelengkapan dokumen berupa, kartu keluarga dan akta lahir anak yang membuktikan anak itu adalah anak di bawah umur.

Akhirnya pada hari Senin (22/3/2021) Fatimah dan keluarga kembali mendatang Mapolres Tapteng untuk melapor ke polisi tentang perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh Erianto Silitonga (53) warga Sipange tetangganya.

Dalam laporan tersebut ditulis diduga dilakukan diketahui pada tanggal 21 Maret 2021 pukul 22.00 WIB. Bertempat di Kelurahan Sipange kecamatan Tukka Tapteng. Berdasarkan laporan polisi nomor : LP/83/III/2021/SU/Res-Tapteng/Spk. Yang diterima oleh a.n. Kepala Kepolisian Resort Tapanuli Tengah Kanit SPKT “B” Bripka Suara Putra Siregar.

“Kemudian pada hari Rabu (24/3/2021) kami datang ke Polres untuk mempertanyakan laporan ini. Mengapa sampai sekarang tidak dikerajkan. Sementara akibat kejadian itu, korban malu tidak sekolah trauma dan tidak berani keluar rumah. Sementara pelaku masih bebas berkeliaran. Eh malah kata polisi masih lama prosesnya bisa 1 minggu bisa 2 tahun apalagi kalau tersangka lari. Jadi kamipun heran, mengapa sampai ditunggu tersangkanya lari?,” Kata Fatimah.

( Petrus Gulo )