Vaksinasi Dilaksanakan Terprogram untuk Persiapan PTM di Kota Pekalongan, Dinas Kesehatan Bicara

0
191
Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto dan Situasi Kondisi Vaksinasi 27 Maret 2021

Pekalongan, NAWACITAPOST – Vaksinasi dilaksanakan terprogram untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) beberapa sekolah di Kota Pekalongan. Vaksinasi dilaksanakan serentak untuk Tenaga Guru, Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Adapun beberapa sekolah terpilih untuk uji coba PTM berjumlah 5 sekolah. Uji coba tersebut akan dimulai pada 5 April 2021 mendatang. Berbagai persiapan pun dilakukan dari sinergitas Sekda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama dan seluruh elemen pendidikan. Lantas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Dr. Slamet Budiyanto, SKM.MKes. pun bicara ke Nawacitapost pada (30/03/2021) di kantornya.

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto

Slamet Budiyanto menjelaskan bahwa PTM mengacu pada Peraturan atau Putusan bersama dengan Para Menteri. “Terkait dengan rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka untuk sekolah di Kota Pekalongan ini memang mengacu pada Peraturan atau Putusan Bersama empat Menteri. Yaitu Menteri Pendidikan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Disitu dikeluarkan tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid 19. Memang ini didasari pada keharusan ada sesuatu yang berupa kajian untuk anak – anak perlu dicoba tatap muka,” jelasnya.

BACA JUGA: Tersangka Tertangkap dan Keluarga Korban Tuntut Pelaku Lain Pembunuhan Adieli Zebua Ditangkap

Foto : Suasana vaksinasi

“Kita mengalami pandemi sudah setahun lewat. Saat ini kan dari grafik sudah mulai turun. Tetapi bukan kita terus menyepelekan. Ini kita uji coba akan dilakukan ini harus tetap memperhatikan bahwa pandemi Covid ini masih terjadi dan kita belum aman. Jadi oleh karena itu panduan ini diharapkan ya betul – betul bisa dilaksanakan oleh para Institusi Pendidikan yang nanti akan menyelenggarakan uji coba pembelajaran tatap muka. Kemudian di Jawa Tengah juga implementasinya sudah dilakukan. Koordinasi baik itu antara Dinas Pendidikan Provinsi, terutama Pak Gubernur dengan Kepala Daerah Kabupaten Kota se Jawa Tengah sudah dilakukan,” lanjut Kepala Dinas Kesehatan.

Foto : Suasana vaksinasi

Lebih lanjut Kadinkes menjeaskan bahwa sebelum melakukan uji coba, dilakukan vaksinasi yang berkelanjutan. “Kemudian dilanjut secara teknis dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi, Dinas Kesehatan maupun Dinas Kabupaten Kota dan Kementerian Agama. Nah disaat masa uji coba ini, terakhir disepakati ada 5 sekolahan ya. Diantaranya adalah kalau di Kota Pekalongan itu SMA 1, kemudian MAN 1, SMKN 2, kemudian SMP 2 dan juga MTS. MTS ini dipilih oleh Kementerian Agama. Untuk yang MTS ini di Kota Pekalongan, MTS Zaki yang ditunjuk. Jadi ada 5 sekolah yang nanti mulai tanggal 5 besok melaksanakan pembelajaran tatap muka,” imbuhnya.

BACA JUGA: Judi Togel Marak di Kepni, Polres Nias dan Nias Selatan Tidak Berfungsi?

Foto : Suasana vaksinasi

“Disitu sudah ada, di surat dari provinsi itu masing – masing itu berperan seperti apa. Dari sekda provinsi apa, Dinas Pendidikan Provinsi apa, Kabupaten/Kota apa, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota apa, Kementerian Agama apa dan stakeholder lain apa. Dan disitu diminta bisa berperan sesuai dengan tugasnya masing – masing. Dinas Kesehatan ini untuk Kota diminta pertama tentunya ada kesiapan di Institusi Sekolah adalah melakukan vaksinasi ya terhadap para akademika yang ada di  masing – masing Institusi Pendidikan, di lingkungan sekolah,” terang Slamet Budiyanto.

Foto : Suasana vaksinasi

Lalu Kadinkes juga mengungkapkan bahwa yang sudah divaksin adalah sebatas tenaga guru, pendidik dan tenaga kependidikan. “Saat ini memang yang divaksin masih tenaga guru, pendidik dan tenaga kependidikan. Ada surat baru ini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi bahwa seyogyanya siswa juga ikut divaksinasi. Cuma kan belum ada petunjuk bahwa vaksin ini boleh dilakukan untuk dibawah 18 tahun. Jadi kami belum berani melakukan kalau belum ada surat lebih lanjut untuk penerapan kebijakan yang sudah ditetapkan tadi oleh Provinsi,” lanjutnya.

Foto : Suasana pasca vaksinasi

“Disamping vaksinasi adalah tentunya kita menjamin pembinaan monitoring terhadap terselenggaranya pembelajaran tatap muka itu sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Ya jadi itu tugasnya Dinas Kesehatan. Kemudian berkoordinasi dengan Satgas yang lain, Satgas Covid yang lain untuk betul – betul melakukan penerapan ini dengan sebaik mungkin. Jangan sampai justru nanti akan timbul cluster – cluster baru di sekolahan tersebut. Karena ini menjadi tanggung jawab bersama. Terkait dengan vaksinasi itu sendiri, untuk 5 sekolahan itu sudah kita laksanakan kemarin di tanggal 24 atau 25,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan.

Foto : Suasana menunggu giliran vaksinasi

Kepala Dinas Kesehatan pun menambahkan bahwa adapun data tambahan sekolah yang disusulkan. “Kemarin kita susulkan. Jadi skema yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota maupun Kemenag ini disamping uji coba tatap muka PTM ini, ada simulasi. Simulasi itu diperuntukkan bagi sekolah diluar 5 yang ditunjuk itu. Kemudian kami juga memenuhi apa yang dikehendaki dari Dinas Pendidikan maupun Kemenag. Kita juga melakukan vaksinasi terhadap sekolah yang akan melaksanakan simulasi. Di Dindik sendiri ada 16 sekolah setingkat SMP. Kemudian di Kemenag ini ada sekitar 17 sekolah, setingkat SMA, SMP, MA dan MTS semua. Ini sejalur dengan apa yang dilakukan oleh Provinsi terkait dengan uji coba ptm,” tambahnya.

Foto : Suasana vaksinasi

“Yang Dindik sudah kita laksanakan Sabtu kemarin, tanggal 27. Untuk yang kemenag ini nanti kita laksanakan serentak di tanggal 1 april ya. Tapi ada yang sudah mendahului kemarin yaitu MAN IC sama MTS Hifal atau MA Hifal sudah kita laksanakan. Dari vaksinasi tersebut, Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan terkait dengan efek samping dari vaksinasi tersebut. Dan Alhamdulillah berarti bisa berjalan lancar aman. Mudah – mudahan dua minggu kedepan dilakukan vaksinasi dosis kedua ini bisa berjalan baik dan lancar dan aman gitu. Sebenarnya vaksinasi ini adalah diperuntukkan untuk membentuk kekebalan. Apabila ada virus Covid yang masuk itu, tubuh sudah memiliki kekebalan untuk bagaimana menangkal virus tersebut,” lanjut Slamet Budiyanto.

Foto : Suasana pasca vaksinasi

Menurut Slamet Budiyanto pun meski sudah divaksin, belum tentu tidak terkena Covid 19. “Jadi bukan berarti sudah divaksin itu bebas dari virus. Tetap bisa kena tetapi karena kita sudah memiliki kekebalan, harapannya perkembangan virus yang ada di tubuh itu tidak seperti kalau misalnya belum ada kekebalan sama sekali. Jadi dampak yang ditimbulkan ketika sudah vaksinasi dan yang belum ini tentunya berbeda. Kalau belum itu biasanya dampaknya lebih parah. Tapi kalau sudah divaksinasi ini biasanya dampak yang ditimbulkan bisa lebih ringan dibandingkan yang belum ya. Meskipun vaksinasi sudah dilaksanakan, kami berharap protokol kesehatan tetap dijalankan supaya kita bisa terhindar dari infeksi virus Corona,” tambahnya.

Foto : Suasana vaksinasi

“Bukan berarti kalau sudah divaksin terus bebas, kita tidak akan bisa kena, tetap bisa kena sepanjang kita tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” tandas Kadinkes. Diketahui vaksinasi sebelumnya dilakukan di RS ARO pada (27/03/2021) sebagai bentuk realisasi persiapan penerapan PTM. Diikuti oleh sejumlah sekolah yang ditunjuk dan juga sekolah yang melakukan simulasi. Baik itu tenaga guru, pendidik dan tenaga kependidikan. Termasuk juga oleh salah sekolah yang berencana melakukan simulasi adalah SMPN 17 Pekalongan dan SMPN 5 Pekalongan. Vaksinasi ini pun akan terus dilangsungkan terutama menghadapi simulasi PTM. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)