Anaknya Diduga Dipukuli Kapolsek Kolang, Saprudin Panggabean Surati Irwasda Polda Sumut, Begini Penjelasan AKP. M. Tahir 

0
245
Hamdan Arip Panggabean menunjukkan luka memar bekas tendangan di wajahnya

Pandan, NAWACITAPOST – Saprudin Panggabean (58) warga Lingkungan 1 Poriaha, kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah terpaksa menyurati Irwasda Poldasu untuk melaporkan dan mengadukan Kapolsek Kolang Polres Tapanuli Tengah, AKP Muhammad Tahir Lubis karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya Hamdan Arip Panggabean (20) di pada hari Sabtu (13/3/2021).

Baca Juga : Tiga Orang Pencuri Dan Penadah HP Wartawan Ditangkap Polres Tapanuli Tengah

Dalam suratnya, Saprudin Panggabean (58) menjelaskan bahwa awalnya pada hari Jumat (12/3) sekira pukul 03.00 WIB anaknya yang bernama Hamdan Arip Panggabean diteriakin maling oleh tetangga, spontan saat itu bermunculan warga dan menggebukin dia. Tak lama kemudian anaknya itu di bawa ke rumah kepala desa Unte Mungkur IV untuk diamankan. Sekitar pukul 03.30 WIB Personil Polsek Kolang datang menjemput Hamdan dan dibawa ke Mapolsek Kolang. Saat itu Hamdan di BAP oleh Aipda Alexaander Nababan SH.

Kemudian BAP berlanjut sampai pada hari Sabtu (13/3). Sekira pukul 13.00 WIB, tiba tiba Kapolsek Kolang, AKP M. Tahir masuk ke ruang BAP dan langaung menendang rusuk Hamdan sebanyak 6 kali tendangan dan menendang dada sebanyak 4 kali tendangan, juga menwndang kepala Hamdan sampai terbalik dan terpelanting ke lantai. Hal itu dilakukan AKP M. Tahir melakukan itu sambil mengucapkan kata kata yang meremehkan keluarga.

“Biar kita tengok dulu seberapa hebat keluarga nya itu,” tulis Saprudin menirukan ucapan AKP M. Tahir.

Saprudin menjelaskan bahwa pihak keluarga nya selama ini tidak ada punya masalah dengan pihak kepolisian, terlebih Kapolsek Kolang, AKP M. Tahir Lubis. Namun akibat perlakuan kapolsek ini pihak keluarga merasa terkejut. Sementara itu, pihak keluarga tidak akan membela sikap dan perilaku Hamdan yang melanggar hukum. Namun perilaku kapolsek juga menurutnya sudah melanggar hukum.

“Setahu saya,. Anak saya tidak akan melawan, ngapain musti di aniaya begitu? Apakah ada SOP nya sepweti itu? Apalagi kasusnya masih pencobaan pencurian, karena belum ada barang yang dicuri. Silahkan dia diproses secara hukum, tapi jangan dianiaya. Ini melanggar HAM. Yang paling kami sesalkan, mengapa kapolsek membawa bawa keluarga? Apa salah keluarga? Kalau memang kami selaku keluarga juga terbukti melanggar hukum, silahkan di proses,” papar Saprudin.

Saprudin berharap agar pihak Irwasda Polda Sumut dapat bertindak atas perbuatan Kapolsek Kolang tersebut.

“Untuk itu kami Mohon kepada bapak, agar di bantu kami untuk menindak lanjuti kasus ini, dan kasus ini juga segera kami laporkan ke Propam,” tulisnya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (20/3) AKP M. Tahir Lubis menjelaskan bahwa Polisi dalam pemeriksaan memiliki teknis dan taktis dalam memeriksa.

“Polisi itukan ada Teknis dan Taktis dalam pemeriksaan. Kan beda dek,. Contoh ada situasi polisi memukul orang diluar, kalau didalam itukan ada teknis dan taktis disalam pengungkapan kasus. Dan kejadian itukan yang jelas polisi itukan tidak mungkin menyakiti, seandainyapun ada, kasusnya itukan jalan, dan sesuai hasil pemeriksaan perbuatannya yang diakuinya audah 15 kali melakukan pencurian. Diakan yang diserahkan masyarakat karena ketangkap mencuri. Cuma, ada lagi kasus yang besar, curanmor. Itunya itu, ya yang namanya teknis dan taktis dalam periksaan, ya, contoh ada orang kasus Narkoba terus dia ditembak kan tidak harus adek muat itu kejahatan polisi. Nah itu masih banyak lagi kasusnya itu mau kami ungkap. Yang diakuinya saja ada 15. Jadi itu hanya pengungkapan kasusnya itu,” terang Kapolsek Kolang.

( Petrus  Gulo )