Komisi A Tolak Pemberlakuan Deposit untuk Buka RHU

0
268
Imam Syafi'i, Anggota Komisi A DPRD kota Surabaya dari Partai NasDem

Surabaya NAWACITAPOST – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i menentang wacana pemberian ijin pembukaan tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) jika ada ketentuan harus memberikan deposit sebesar 100 juta rupiah.

Ketentuan ini, menurut Imam termasuk mendzolimi pengusaha RHU. ” Kegiatan RHU sudah setahun ditutup, ibaratnya para pengusaha nafasnya sudah dileher apalagi ada wacana pemberlakuan deposit, tentu ini memberatkan mereka,” terangnya diruang Komisi A, Selasa (16/3/21)

Legislator Partai Nasdem ini menyarankan, sebaiknya Pemkot melakukan relaksasi dengan melakukan assesment protokol kesehatan ketat tempat-tempat RHU yang ada. “ Deposit Rp 100 juta bukanlah jalan keluarnya,” tegas Imam.

” Jangan sampai RHU ditutup rapat-rapat seperti peti mati, buka separuh biar mereka bisa beroperasi dan gugus tugas melakukan kontrolingnya terhadap tempat RHU,” sarannya.

Tapi, Imam juga mengingatkan, jangan sampai ada pengusaha yang dekat dengan penguasa, mendapatkan perlindungan dan kemudian diberikan kelonggaran, ” Tentu ini kurang bagus.”

Imam meyakini, para pengusaha RHU akan mengikuti kebijakan yang diberikan pemerintah. Dan bagi RHU yang melakukan pelanggaran, wajib ditindak tegas dan jangan ada tebang pilih.

Lebih lanjut, Imam meminta kepada gugus tugas agar lebih masif memberikan sosialisasi standard protokol kesehatan pada perusahaan RHU, seperti standard stuktur bangunan. ” Jika kurang sesuai dengan Prokes, maka wajib diberikan saran untuk perbaikan sehingga memenuhi syarat protokol kesehatan. Namun jika ada yang melanggar harus disanksi, dari peringatan hingga pada penutupan,” tandasnya. (BNW)